Makassar, Estetika – Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Pendidikan Bahasa Indonesia (PBSI) Dewan Mahasiswa (DEMA) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2020-2021 mengadakan Webinar Bahasa Nasional sebagai puncak Perayaan Semarak Bulan Bahasa (PSBB) via Zoom, Rabu (28/10).
Webinar yang mengusung tema “Bahasa Indonesia untuk Dunia, Sastra untuk Peradaban” dan diikuti oleh 354 peserta ini mengundang tiga pemateri, yaitu Rudy Djamaluddin selaku Walikota Makassar, Djoko Saryono selaku Guru Besar Universitas Negeri Malang, dan Iqbal Aji Daryon selaku Praktisi Bahasa dan penulis buku.
Guru Besar Universitas Negeri Malang, Djoko Suryono, dalam materinya yang berjudul “Arahan Kebijakan Bahasa Indonesia” mengungkapkan bahwa tata bahasa kontemporer akan disusun dan dimulai pada tahun 2020.
“Mulai tahun ini, kami akan menyusun tata bahasa kontemporer bahasa Indonesia, di situlah diatur tata bahasanya seperti apa, di dalamnya juga terdapat masukan-masukan yang digunakan generasi millenial,” tuturnya.
Di sisi lain, seorang Penulis buku “Apakah Seorang Pendosa Tidak Bisa Berkarya 2020”, Iqbal Aji Daryono, memaparkan perbedaan berbahasa dari masa ke masa.
“Berbahasa di era pra-digital atau di era masa lalu yang bersifat TopDown dari atas ke bawah, itu karena adanya instrument yang dicontohkan serta bisa menyebar melalui wacana dan bisik-bisik tetangga. Berbeda dengan era media sosial yang bisa menyebar dengan sangat cepat karena bersifat universal. Dengan bermedia sosial itulah kita bisa menggerakkan bahasa Indonesia ke dunia luar,” jelasnya.
Reporter: AM 6 Estetika