Makassar, Estetika – Sejumlah orang tidak dikenal (OTK) melakukan penyerangan di Kampus II Universitas Negeri Makassar (UNM) Parang Tambung, Jumat (7/8).
Penyerangan tersebut mengakibatkan sejumlah kerusakan pada beberapa fasilitas kampus, khususnya di area sekretariat lembaga kemahasiswaan (LK) FBS UNM dan kaca jendela gedung DG.
Salah seorang Satuan Pengamanan (Satpam) berinisial A yang berjaga saat itu mengungkapkan bahwa kejadian dimulai pada pukul 16.30 WITA. OTK berjumlah sekitar 50 orang datang dari arah gerbang belakang Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dengan membawa benda-benda tajam dan melakukan penyerangan.
“Ada dua gelombang yang datang, jumlahnya sekitar 50 orang,” katanya.
A menuturkan bahwa penyerangan bermula terjadi di FBS kemudian berpindah ke FMIPA.
“Pertama di FBS, baru pindah ke sana,” tutur A.
Seorang mahasiswa FBS, Budi (nama samaran), menjelaskan saat itu dia tengah mengikuti kegiatan kemahasiswaan bersama beberapa mahasiswa lain di tribun lapangan basket.
Budi mengaku melihat sekelompok OTK berpakaian hitam dengan wajah tertutup membawa benda tajam memasuki area FBS dari arah FMIPA.
Budi mengatakan bahwa dia dan beberapa mahasiswa lain berhamburan mengamankan diri melalui gerbang samping yang terhubung langsung dengan Fakultas Seni dan Desain (FSD).
“Sempat ada yang mengejar bawa semacam molotov pas kami di FSD sambil teriak mengancam,” kata Budi.
Lebih lanjut, Budi menambahkan setelah dia keluar dari area FSD, sekelompok orang tersebut kembali menuju FBS disusul dengan suara ledakan, suara pecahan kaca, dan teriakan.
“Pas saya udah di gerbang depan mulai kedengaran suara pecahan kaca sama molotov,” tuturnya.
Hal senada juga disampaikan oleh salah seorang dosen FBS, Asriadi, yang berada di lokasi kejadian. Dia menuturkan bahwa sejumlah OTK yang membawa benda tajam melakukan pengrusakan terhadap fasilitas kampus dan gedung sekretariat.
“Pas mulai reda, saya liat rombongan itu putar balik ke FMIPA terus menyerang ke sana juga, seolah-olah ada serangan balasan,” tuturnya.
Di sisi lain, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Syamsu Rijal, berharap jika kepolisian dapat mengusut tuntas kejadian ini.
“Kami jelas mengutuk kejadian ini dan berharap pihak kepolisian dapat mengusut tuntas,” harapnya.
Reporter: Vanie Wirasti dan Miftahul Jannah
