Makassar, Estetika – Biro Kegiatan Mahasiswa Jurusan (BKMJ) Bengkel Sastra (Bestra) Dewan Mahasiswa (DEMA) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) meraih penyaji terbaik kedua pada Festival Teater Mahasiswa Indonesia (FTMI) XVIII Se-Sulselbar Tahun 2024, Minggu (27/11).
Dalam perlombaan tersebut, Bestra mementaskan sebuah teater berjudul “Selamat Ulang Tahun Alena” karya Erwan Saing yang diadaptasi dari cerita Nenek Pakande Si Pencuri Anak-Anak.
Teater yang dipentaskan mengangkat isu-isu sosial seperti dinamika keluarga dan berfokus pada tokoh Raja Bangkung Pitu Reppa Rawo Ale yang jarang disorot, sejalan dengan tema festival, yakni “Suara Asing”.
Suasana berlangsungnya penampilan teater “Selamat Ulang Tahun Alena” oleh BKMJ Bestra DEMA JBSI FBS, di Baruga Andi Pettarani Universitas Hasanuddin, Selasa (22/10). Foto: Dokumentasi pribadi.
Kepala Suku (Kepsuk) Bestra, Muh. Arfan, menjelaskan bahwa persiapan pementasan ini berlangsung selama kurang lebih tiga bulan, mulai dari pemilihan naskah, casting, dramatic reading, bloking, dan lain-lain.
“Persiapan menuju pementasan dilakukan selama kurang lebih tiga bulan,” jelasnya.
Di sisi lain, Sutradara Pementasan, Zulhijjah, menuturkan bahwa tema yang diangkat dalam teater tersebut bertujuan untuk memperkenalkan kembali tokoh legendaris yang jarang muncul di panggung kepada penonton dan juri.
“Kami berharap penonton dan juri bisa melihat tokoh yang terlupakan ini,” tuturnya.
Lebih lanjut, Zulhijjah mengatakan bahwa tantangan besar yang dihadapi timnya adalah minimnya dukungan dari birokrasi kampus, seperti tempat latihan dan fasilitas pendukung lainnya.
“Ada banyak tantangan yang kami hadapi, tapi tantangan besarnya itu adalah kurangnya support dari pihak birokrasi kampus,” katanya.
Sementara itu, pemeran karakter Alena, Susi Febrianti, mengaku telah menyelami dunia anak-anak dengan menonton film dan mengamati perilakunya untuk menghidupkan karakter Alena, yakni anak kecil berusia 6-7 tahun.
“Saya mengamati cara bicara dan gesture, terutama untuk dialog panjang yang menuntut gaya bicara anak-anak,” ujarnya.
Reporter: Miftahul Jannah & Mutiara
