Makassar, Estetika – Pohon Aristoteles, pohon beringin yang terkenal di kalangan mahasiswa Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) dipangkas oleh pihak birokrasi. Penebangan pohon ini dilakukan pada Sabtu dan Minggu (29-30/6) lalu.
Pohon Aristoteles adalah pohon beringin yang terletak disamping kanan gedung fakultas dan di depan gedung DG ini sering dimanfaatkan oleh mahasiswa sebagai tempat bernaung, beristirahat sambil menunggu dosen, dan diskusi. Nama Aristoteles sendiri diambil dari seorang filsuf karena pohon ini sering ditempati untuk kegiatan kajian, diskusi, dan baca buku sehingga pohon ini diibaratkan sebagai sumber ilmu.
Muhammad Saleh, Wakil Dekan II (WD II) Bidang Administrasi Umum, menjelaskan alasan pemangkasan pohon tersebut dikarenakan ranting dan batang pohon yang cukup panjang, sehingga merusak atap-atap gedung disekitarnya.
“Secara langsung karena batang pohon dan rantingnya mengenai dan merusak atap gedung. Juga perpustakaan, seperti yang bisa dilihat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa pohon Aristoteles dapat kembali tumbuh dan diatur pertumbuhannya sehingga pohon tersebut dapat dimanfaatkan kembali oleh mahasiswa.
“Makanya tidak dipangkas habis atau dimatikan sampai habis. Kan itu nanti tumbuh lagi sebenarnya. Hanya saja ketinggiannya dibatasi dan tetap bisa digunakan oleh mahasiswa lagi,” jelasnya.
Rahmat Hidayat, salah seorang mahasiswa FBS, mengaku bahwa pemangkasan pohon Aristoteles merupakan tindakan yang kurang tepat.

“Menurut saya mungkin dipangkas sebagian, bukan keseluruhan. Kenapa bukan bagian yang mengganggu saja, dan pohon itu sejuk juga untuk kampus dan salah satu tempat terbaik di FBS untuk berkumpul disitu. Sekarang sudah beda jadinya,” tuturnya.
Reporter : Yuyun & Aiz (AM 1 Estetika)