Puisi

MANUSKRIP

Kuabadikan kau

Bukan dalam kartu memori yang gagal musnah di tanganku

Atau di balik kepalaku yang batu

Tapi kuabadikan segalamu sebagai manuskrip

Tempat riwayatmu tumpah curah dalam sastra

Lalu menjelma rumah huni selayaknya

Kuanggap huruf-huruf itu diciptakan Tuhan

Untuk kureka narasi di sela-sela malam

Sembari dipeluk hangat bintang-bintang

Di antara angin yang diam-diam menertawakan

Deret-deret kata adalah detak nadiku

Bait-bait paling jujur memangkas habis ingatanku

Seolah kau hidup dalam tinta warna-warni

Di sana, bebas kutulis riwayatmu seratus bab atau melebihi

Maka kau telah abadi dalam manuskripku

Menjadi lakon utama dalam setiap paragrafnya

Dalam ramuan kata-kata sarat makna

Kutitipkan seribu semoga di antara lembarnya

Di lain sempat, kau membacanya seperti menemukan diri sendiri

Sebab kau masih, kau selalu dan selamanya melegenda di sana

Walau tidak sedikit tawa, tangis, luka, dan air mata

Segalamu telah abadi tanpa celah

Related posts

PUISI MUTIARA

Editor - Nadifah Amaliyah
April 26, 2024

PUISI RISKA

Editor - Nurul Dwi Anugrah
May 8, 2024

PUISI RIKKY

Editor - Nadifah Amaliyah
December 8, 2023
Exit mobile version