Rilis, Estetika – Puluhan Mahasiswa dari Sulawesi Barat (Sulbar) gelar aksi demonstrasi di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis (21/5).
Aksi ini dilatarbelakangi oleh penolakan tambang dan perusakan lingkungan hidup di Sulbar, yang diikuti oleh massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Forum Organda Menolak Tambang (FORMAT).
Adapun beberapa tuntutan yang disuarakan yaitu, cabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) tambang pasir Karossa – Silaja, Kalukku, Tubo, Budong-budong dan Beru-beru, tolak segala aktifitas tambang yang merusak lingkungan hidup di Sulbar, hentikan kawasan persiapan tambang dan energi di Sulbar, tolak perampasan ruang hidup di pasar lama di Topoyo, serta hentikan pembangunan PT KIPAS di Pasangkayu.

Salah seorang massa aksi, Zainal, menilai bahwa proses pertambangan tersebut merusak lingkungan yang pada akhirnya berdampak negatif terhadap sektor ekonomi, sosial dan budaya masyarakat.
“Tambang yang ada di Karossa-Silaja, Kalukku, Sungai Tubo, Budong-budong, serta Beru-beru berpotensi merusak ekosistem dan menghilangkan sumber pendapatan warga,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa mahasiswa merupakan representasi bagian dari masyarakat yang paling dirugikan dalam penolakan terhadap tambang di Provinsi Sulbar.
“Sungai yang direncanakan menjadi titik beroperasi tambang pasir merupakan tempat nelayan berburu dan menghasilkan ikan yang sangat melimpah,” katanya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa proses pengadaan IUP tidak dilakukan secara demokratis dan tidak sesuai dengan prosedur.
“Pemerintah Sulbar memberikan IUP terhadap perusahaan tanpa meminta persetujuan terlebih dulu kepada warga,” tegasnya.
Rilis: Tim Aliansi FORMAT