Makassar, Estetika — Mahasiswa Program Studi (Prodi) Bahasa dan Sastra Indonesia (Sasindo) angkatan 2024 Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Panggung Ekspresi Aryavasena di Gedung RRI Makassar, Minggu (17/5) lalu.
Kegiatan tersebut merupakan proyek praktik mata kuliah Pentas dan Sinema Sastra yang bertujuan meningkatkan kreativitas, kemampuan akting, dan daya kritis mahasiswa terhadap isu sosial serta perkembangan teknologi.
Berbagai pertunjukan ditampilkan dalam kegiatan ini, mulai dari tari kreasi, teatrikal puisi, hingga teater yang mengangkat teori konspirasi Project Bluebeam yang dipadukan dengan fenomena Artificial Intelligence (AI) di tengah masyarakat modern.
Sutradara, Rostan Yuniardi, menjelaskan bahwa tema AI dipilih karena relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, AI kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan dimanfaatkan masyarakat untuk mempermudah berbagai pekerjaan.
“AI saat ini berkembang pesat dan masyarakat mulai semakin melek teknologi. Karena itu, kami mengangkat isu AI yang relevan dengan kondisi saat ini,” jelasnya.
Rostan juga menyebut kurangnya dukungan birokrasi terhadap mata kuliah praktik menjadi tantangan terbesar selama proses latihan. Menurutnya, seni pertunjukan seperti teater memerlukan perhatian lebih karena tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik langsung.
“Kurangnya dukungan birokrasi menjadi tantangan terbesar selama latihan karena teater tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik,” sebutnya.
Di sisi lain, salah seorang pemeran, Lutfia Firman, mengaku kesulitan mendalami karakter karena pementasan tersebut menjadi pengalaman pertamanya tampil di teater.
“Yang paling sulit itu mendalami karakter, apalagi ini pertama kalinya saya memainkan peran seperti ini,” tuturnya.
Selain itu, pemeran lainnya, Putra, berharap para penonton dapat menggunakan teknologi secara bijak tanpa kehilangan kendali diri maupun hubungan sosial dengan lingkungan sekitar.
“Boleh menggunakan teknologi, tetapi jangan sampai dikendalikan oleh teknologi,” harapnya.
Sementara itu, salah seorang penonton, Dinar, menilai seluruh rangkaian pertunjukan berlangsung menarik, khususnya penampilan teater yang mampu memikat perhatian penonton.
“Bagian teater menjadi penampilan yang paling menarik dalam pertunjukan ini,” kata Dinar.
Reporter: Maratu Sholikhah & Gregoria Sintya Baan (Magang)
MAHASISWA PRODI SASINDO ANGKATAN 2024 SOROTI PERKEMBANGAN AI DALAM PANGGUNG EKSPRESI ARYAVASENA