Makassar, Estetika – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah (PBSD) Angkatan 2024 Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menampilkan musikalisasi puisi dalam rangkaian acara Inaugurasi Evolusia yang digelar di Lapangan Basket FBS, Minggu (1/6).

Adapun karya yang diangkat berjudul “Tidak Ada Makassar Hari Ini”, sebuah puisi naratif karya Israf Almunandar, yang dihadirkan sebagai bentuk pelestarian nilai-nilai budaya lokal.

Melalui pertunjukan yang memadukan seni baca puisi, musik, dan ekspresi teatrikal, karya ini menyuarakan kegelisahan terhadap pudarnya identitas budaya, terutama di kalangan generasi muda yang merantau, seperti kehilangan budaya, pergeseran nilai, dan pengaruh modernisasi menjadi pesan utama yang ingin disampaikan kepada penonton.

Suasana saat berlangsungnya musikalisasi puisi Prodi PBSD di Lapangan Basket FBS UNM, Minggu (1/6). Foto: Rizqa Febrialbar/Estetikapers.

Salah seorang penampil, Dhea Aminarti, menuturkan bahwa karya ini memuat makna mendalam yang berkaitan dengan istilah tau lolo dalam budaya Makassar —yakni gambaran seseorang yang melupakan akar budayanya saat berada di perantauan.

Naskah juga menyinggung nilai tallu cappa, atau tiga amanah orang tua yang ditanamkan sejak kecil namun sering diabaikan karena ambisi pribadi.

“Niat awalnya merantau untuk kuliah atau bekerja, tapi malah kehilangan jati diri karena pengaruh zaman. Bahkan, lebih paham pola lantai di atas kasur daripada nilai-nilai budaya,” ujarnya.

Dhea juga menekankan pesan moral dari pementasan bagi perempuan agar senantiasa menjaga diri saat jauh dari kampung halaman.

“Kita merantau untuk belajar dan berkarya, bukan untuk melakukan hal-hal yang tidak semestinya,” tambahnya.

Reporter: Rizqa Febrialbar