Makassar, Estetika – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Estetika Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Workshop Jurnalistik di Ruang Senat FBS UNM, Selasa (18/10).
Merupakan salah satu item Pekan Jurnalistik (Pekjur), kegiatan ini bertujuan untuk membangun pemahaman yang lebih komprehensif tentang pers di era digital serta memberikan alternatif penyajian produk jurnalistik di era digitalisasi.
Adapun kegiatan ini menghadirkan Didit Haryadi dari AJI Makassar sebagai pemateri pertama dan Irwan Idris dari IDN Times sebagai pemateri kedua.

Pemateri pertama, Didit Haryadi, menjelaskan tantangan wartawan di era digital adalah rentan mendapat serangan apalagi dalam beberapa isu tertentu seperti korupsi, lingkungan kampus dan kekerasan seksual.
“Sekarang wartawan rentan terhadap serangan. Korupsi, lingkungan kampus dan kekerasan seksual merupakan isu yang rentan diserang,” jelasnya.
Di sisi lain, pemateri kedua, Irwan Idris menuturkan bahwa mobile jurnalism hadir untuk mempermudah masyarakat berperan dalam menyampaikan berita, namun tetap harus menerapkan prinsip utama dari jurnalisme, yaitu verifikasi.
“Mobile jurnalism memudahkan publik untuk menyampaikan berita namun prinsip utama dari jurnalisme yaitu verifikasi tetap harus diterapkan,” tuturnya.
Sementara itu, salah seorang peserta, Hasma, mengatakan bahwa setelah mengikuti workshop ini, ia mendapat wawasan baru khususnya terkait jurnalis di era digital.
“Saya mendapat insight baru terkait bagaimana sebenarnya jurnalis di era digital itu sendiri,” jelas peserta workshop dari LPM Analisis tersebut.
Reporter: Gusdiana & Annisyaputri