Makassar, Estetika – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sastra Indonesia
ia (Sasindo) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan Literasi Pena via Zoom, Jumat (26/5).

Mengusung tema “Eksistensi Karya Sastra di Era Digital”, diksusi ini menghadirkan Karkono selaku Dosen Departemen Bahasa Indonesia Univeristas Negeri Malang (UM) dan Aslan Abidin selaku Dosen Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FBS UNM.

Suasana saat berlangsungnya Literasi pena via zoom, Jumat (26/5) Foto: Tangkapan layar/estetikapers.

Pemateri pertama, Karkono, menjelaskan bahwa sebuah karya dapat dipublikasikan dan diakses dengan mudah di era digital.

“Karya sastra mudah diakses dan dipublikasikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa mudahnya akses dan publikasi sebuah karya sastra memiliki tantangan tersendiri.

Kartono menyebut bahwa di era digital, orang dapat dengan mudah melakukan plagiarisme.

“Salah satu tantangan di era digital adalah pelanggaran hak cipta atau plagiarisme,” tuturnya.

Di sisi lain, Pemateri kedua, Aslan Abidin, mengatakan bahwa karya sastra dapat beradaptasi dengan perubahan dan hadir dalam berbagai rupa.

“Sastra dapat eksis melalui berbagai media,” katanya.

Reporter: Muliana (Magang)