Makassar, Estetika – Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) yang tergabung dalam enam fakultas yakni Fakultas Bahasa dan Sastra Indonesia (FBS), Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), Fakultas Ilmu Sosial (FISl, Fakultas Teknik (FT), dan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) melakukan Aksi Kampanye di depan Menara Phinisi UNM, Senin (10/12).

Titik aksi kampanye awalnya dimulai dari pertigaan Jalan Hertasning – Jalan Pettarani yang dilanjutkan di depan Menara Phinisi dengan mengangkat grand issue “Stop Kekerasan Akademik dan Perampasan Ruang Hidup Rakyat”.
Grand isu ini berisi lima tuntutan yaitu; (1) Cabut SK Skorsing 6 Mahasiswa FE UNM (2) Berikan sanksi kepada Dekan FE UNM (3) Berikan Sanksi kepada oknum dosen yang memukuli mahasiswa FIK UNM (4) Tolak pembangunan terminal aspal curah, Kec. Sapoloe, Kel. Bonto Bahari, Kab. Bulukumba (5) Tolak Penggusuran Pedagang Kaki Lima (PKL) AP. Pettarani UNM.
Dwi Rezki Hardianto, Presiden BEM UNM, menjelaskan bahwa tujuan diadakannya aksi kampanye ini untuk mengampanyekan kepada masyarakat adanya beberapa pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi.
“Tujuan diadakannya aksi ini yaitu untuk mengampanyekan kepada masyarakat Sulawesi Selatan khususnya masyarakat Makassar bahwa ada beberapa pelanggaran HAM yang terjadi di Sulawesi Selatan apalagi di Kampus UNM seperti SK skorsing yang cacat prosedural, kekerasan terhadap mahasiswa, dan penggusuran PKL,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa penggusuran terhadap PKL sangat tidak manusiawi dan tidak ada jaminan untuk kelangsungan hidup mereka nantinya.
“Menurut saya penggusuran PKL sangat tidak manusiawi karena tempat jualan mereka akan ditentukan oleh pemerintah dan tidak ada jaminan bahwa penghasilan mereka akan sama ketika mereka berjualan di depan Kampus UNM , apabila dianggap mengganggu keindahan sekitar kampus seharusnya mereka mempercantik toko-toko para PKL bukannya menggusur,” ungkap mahasiswa angkatan 2013 ini
Reporter: Nahdatul Aini & Muhammad Nurul Ikram Kadir