Makassar, Estetika — Sekretaris Jurusan (Sekjur) Jurusan Bahasa Inggris (JBI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) memberikan keterangan terkait sidang tutup serentak saat diwawancarai via WhatsApp, Kamis (7/1).
Memasuki tahun 2021, isu tentang pelaksanaan sidang tutup serentak kerap diperbincangkan oleh mahasiswa, khususnya mahasiswa JBI FBS UNM.
Mahasiswa JBI FBS UNM, Ade, berharap agar birokrasi dapat menerapkan kebijakan yang menguntungkan bagi mahasiswa dan dosen.
“Saya tidak tahu apakah ini positif atau negatif. Saya senang bisa sidang tutup serentak dengan teman-teman. Tapi nanti dosen akan kewalahan. Saya berharap agar birokrasi lebih bijak lagi dalam menyikapi masalah ini agar menguntungkan mahasiswa dan dosen,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Sekjur JBI FBS UNM, Lasunra, menjelaskan bahwa pelaksanaan serentak hanya dilaksanakan untuk pembukaan sidang tutup, sedangkan sidang ujian tutup dilaksanakan sesuai jadwal ujian tutup.
“Pembukaan sidang tutup yang serentak, ujian tutupnya disesuaikan dengan jadwal. Sebagai contoh, di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, sidang ujian tutup untuk 4 orang mahasiswa akan dibuka oleh Bapak Dekan besok, dilanjutkan sidang ujian paralel 2 orang dan dilanjutkan lagi 2 orang via Zoom dengan memanfaatkan Breakout rooms,” terangnya.
Lebih lanjut, terkait pelaksanaan ujian tutup secara kolektif, ia mengungkapkan bahwa langkah tersebut bertujuan mempercepat layanan penyelesaian studi.
“Tidak ada masalah dengan ini, dek. Langkah ini juga dilakukan untuk membantu mempercepat layanan penyelesaian studi. Yudisium juga diberikan secara kolektif via Zoom. Yakinlah mahasiswa tidak akan dirugikan,” tambahnya.
Reporter: Adinda Grace & Evi Syafitri