Makassar, Estetika – Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) telah menetapkan metode perkuliahan Semester Genap Tahun Ajaran 2021/2022, Kamis (3/2).
Setelah melakukan rapat terkait metode perkuliahan, pihak fakultas memutuskan untuk menerapkan metode hybrid learning atau sistem perbandingan 50:50, di mana beberapa mahasiswa dapat mengikuti proses pembelajaran secara tatap muka dan sebagian mendapatkan materi dalam jaringan (daring).
BACA JUGA: JELANG PERKULIAHAN SEMESTER GENAP UNM, SEKJUR BAHASA INGGRIS: SIAPKAN METODE HYBRID LEARNING
Wakil Dekan Bidang Akademik (WD I) FBS UNM, Sahril, menjelaskan bahwa teknis pelaksanaan perkuliahan ini akan ditindaklanjuti oleh prodi masing-masing untuk menanyakan kesediaan mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan secara luring atau daring selama satu semester penuh.
Sebenarnya, keputusan ini juga telah dipertimbangkan berdasarkan kemampuan mahasiswa, sebab masih banyak mahasiswa yang belum memiliki rumah atau tempat tinggal di Makassar.
“Untuk teknis, akan ditanyakan kembali kepada kesiapan mahasiswa dengan pertimbangan kesanggupan mahasiswa untuk berkuliah secara luring atau daring,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan jumlah mahasiswa yang mengikuti perkuliahan luring bisa saja tidak pas 50%, sebab saat ini setiap kelas rata-rata hanya memuat 40 kursi. Dengan begitu, daya tampung setiap kelas sekitar 20 sampai 25 orang.
“Jadi, tergantung nanti apakah tidak pas 50% mahasiswa, sebab hal ini berkaitan dengan kapasitas ruang kelas,” ujarnya.
Di samping itu, Sahril juga mengungkapkan bahwa pimpinan fakultas telah menggelar pertemuan sebagai tindak lanjut hasil rapat yang membahas tentang metode perkuliahan.
Dalam wawancaranya, ia membenarkan isu yang beredar terkait jadwal perkuliahan yang akan dimulai dengan model hybrid pada Senin (7/2) mendatang.
“Iya, tadi juga pada rapat bersama pimpinan FBS UNM, kami menyepakati bahwa perkuliahan akan segera dilaksanakan dengan model 50:50,” tutupnya.
Reporter: Alvira Damayanti