Makassar, Estetika – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sastra Indonesia (Sasindo) Fakultas Bahasa Dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan Literasi Pena melalui Google Meet, Jum’at (27/6).

Kegiatan yang bertujuan mengkaji perkembangan sastra di era digital ini mengangkat tema “Sastra Dalam Genggam: Menjelajahi Dunia Kesusastraan Di Era Media Sosial.”

Suasana saat berlangsungnya Literasi Pena HMPS Sasindo Via Google Meet, Jum’at (27/6). Foto: Tangkapan layar/Estetikapers.

Pemateri, Suriadi, menuturkan bahwa era digitalisasi dapat menjadi peluang sekaligus tantangan bagi perkembangan sastra.

“Peluang yang luas bagi sastra tetapi juga membawa tantangan serius,” tuturnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa tantangan utama dunia sastra saat ini adalah popularitas karya yang mengandalkan visual menarik, serta minimnya ruang kritik sastra rasional akibat tergeser oleh komentar emosional tanpa adanya analisis.

“Dari popularitas dan kualitasnya di era sekarang ini banyak karya bermodalkan visual menarik saja, pembaca yang cepat bosan, serta kurangnya kritik sastra secara mendalam,” jelasnya.

Dia juga menyampaikan bahwa transformasi media sastra dari cetak ke digital menjadi perubahan pola konsumsi dan produksi karya sastra.

“Dari buku, majalah menjadi website, dan e-book,” kata Dosen Program Studi (Prodi) Bahasa dan Sastra Indonesia (BSI) itu.

Reporter: Salza Mariska