Makassar, Estetika — Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Bakti Pendidikan dan Sosial Matematika (Binom) di Desa Bissoloro, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Minggu hingga Minggu (25-1/5-6).

Binom tahun ini menghadirkan beberapa agenda, salah satu yang menjadi sorotan yakni seminar hilirisasi pertanian yang melibatkan masyarakat secara aktif, dengan fokus pada pengolahan jagung pasca panen menjadi produk turunan seperti popcorn.

Suasana saat berlangsungnya Seminar Hilirasa Binom 2025 di Desa Bissoloro, Selasa (27/5). Foto: Dokumentasi Pribadi.

Ketua Umum HMJ Matematika, Nur Ikhsan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang dirancang untuk mengenalkan jurusan Matematika kepada masyarakat, mempererat jalinan silaturahmi dengan warga desa, serta memperkuat eksistensi lembaga.

“Tujuan kegiatan ini untuk mengenalkan jurusan Matematika kepada masyarakat, membangun kedekatan emosional antara mahasiswa dan warga setempat, serta memperkuat eksistensi lembaga,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ikhsan, mengatakan bahwa tahun ini panitia menginisiasi kegiatan hilirisasi dengan mengolah jagung lokal menjadi popcorn sebagai bentuk pemberdayaan potensi petani di desa tersebut.

“Teman-teman panitia inisiatif untuk adakan hilirisasi, mengembangkan produk jagung tersebut menjadi popcorn,” jelasnya.

Di sisi lain, Ketua Panitia Binom, Achmad Zacky, menjelaskan bahwa pemilihan Desa Bissoloro sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada hasil observasi yang menunjukkan potensi pertanian di desa tersebut.

“Dari hasil observasi, kami menemukan bahwa mayoritas warga di sini berprofesi sebagai petani jagung. Karena itu, kami menghadirkan kegiatan hilirisasi sebagai upaya untuk mengembangkan pengolahan hasil panen sebelum dipasarkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Zacky, menyebut bahwa pelaksanaan seminar hilirisasi pertanian bekerja sama dengan Dinas Pertanian Gowa dengan menghadirkan pemateri dari Dinas Pertanian Kabupaten Gowa dan ketua kelompok tani di desa tersebut mendapat respons positif dari warga, khususnya para petani.

“Materinya mencakup tantangan pertanian, bibit unggul, dan strategi hilirisasi. Masyarakat sangat antusias, bahkan beberapa petani sempat menyampaikan langsung keluh kesahnya yang kemudian dijawab oleh pemateri,” sebutnya.

Zacky juga mengatakan bahwa kolaborasi langsung dengan warga desa juga dilakukan melalui sejumlah kegiatan, seperti senam pagi, kerja bakti, serta workshop pengolahan jagung.

“Kami melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses pembuatan produk ini, dan berharap mereka dapat melanjutkan inovasi ini setelah kegiatan berakhir,” katanya.

Reporter: Athifah Putri Ramadhani (Magang)