Makassar, Estetika – Perhimpunan Mahasiswa Sastra Inggris (Prasasti) Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bahasa Inggris Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan Webinar Nasional hari terakhir via Zoom dan Live YouTube, Jumat (25/12).

Dengan mengangkat tema “Sastra Kanon vs Sastra Populer,” webinar ini menghadirkan pegiat sastra yang juga merupakan alumni FBS UNM, Ardiansyah Ahmad, dan dihadiri sebanyak 85 peserta yang terdiri dari berbagai daerah di Indonesia.
Pemantik, Ardiansyah Ahmad, menjelaskan bahwa sastra kanon dapat memunculkan perbandingan sastra karena secara substansi sastra kanon lebih memuat legitimasi dan kesisteman.
“Sastra kanon memuat legitimasi dan kesisteman sehingga tidak heran jika suatu saat ada perbandingan sastra. Karya tidak dianggap sebagai pusat maka kemudian karya tersebut semakin tersingkirkan karena anggapan tersebut. Sastra Populer sering kali tidak mendapat perhatian yang cukup serius dari para sastrawan,” tuturnya.
Lebih lanjut, beliau juga mengatakan bahwa sastra populer cenderung lebih condong kepada sistem yang telah dibentuk oleh pembacanya.
“Pengarang sastra populer lebih mengutamakan konvensi daripada inovasi yang merupakan ciri khas sastra serius sehingga pengarang sastra populer bergantung pada sistem produksi-konsumsi yang ditentukan oleh penerbit dan masyarakat pembacanya,” jelas seseorang yang akrab disapa Layar ini.
Reporter: Amanah Malik & Nurul Hikmah Syahrul