Makassar, Estetika – Memasuki hari kedua outdoor, peserta Sinergi Intelektual Temu Sambut Mahasiswa (Sintesa) 2019 Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menerima materi “Analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats (SWOT) dan Problem Solving” di Makassar, Tanjung Bayang, Sabtu (26/10).

Suasana berlangsungnya materi SWOT dan Problem Solving, Tanjung Bayang, Sabtu (26/10). Foto: Dok. Probadi Himaprodi.

Kegiatan yang diikuti oleh 96 peserta yang merupakan mahasiswa dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FBS UNM ini mengundang Muhammad Harjum Nurdin sebagai pemateri.

Steering Committee Sintesa 2019, Syahban Nur, menjelaskan tujuan pengadaan materi SWOT dan Problem Solving agar peserta dapat mengaplikasikannya ke dalam kehidupan sehari – hari.

“Tujuannya itu, agar maba bisa memakai analisis SWOT dalam memecahkan masalah di kehidupan sehari-hari nya,” jelasnya saat diwawancarai via WhatsApp.

Dalam hal ini Ketua Panitia Sintesa 2019, Syahrul Mubaraq, menuturkan bahwa pemaparan mengenai materi ini sangat berguna bagi kehidupan Mahasiswa Baru (Maba).

“Materi ini sangat berguna bagi Maba untuk tau bagaimana cara mereka menjalani hidup mereka sebagai mahasiswa di kampus maupun di luar kampus,” tutur mahasiswa angkatan 2018 tersebut.

Reporter: Lia Novela