Parangtambung, Estetika Biro Kegiatan
Mahasiswa Fakultas (BKMF) Lembaga Transformasi Intelektual Mahasiswa (eLTIM) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan diskusi buku di Pelataran Gedung Dg, Jumat (14/9).

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja divisi diskusi eLTIM yang dilaksanakan tiap pekannya, dengan pembahasan buku yang berbeda, dari masing-masing anggota baru atau penuh eLTIM yang baru saja dikukuhkan.

Diskusi buku tersebut diadakan dua kali pekan ini, yaitu pada Kamis (13/9), yang membahas buku “Sekolah Itu Candu” karya Roem Topatimasang
Dibawakan oleh Dewi Ingriani yang merupakan anggota muda eLTIM. Dan pada hari berikutnya (14/9) Irsyad sebagai pemantik diskusi yang juga merupakan anggota muda eLTIM dengan judul buku “Animal Farm” karya George Orwell.

Suasana diskusi eLTIM di Pelataran DG, Jumat (14/9). Foto: Marlia Inayah/Estetikapers.

Kegiatan ini pun turut diikuti oleh anggota penuh atau baru, salah satu Dewan Senior (Demisioner), dan eksternal eLTIM.

Hikmah, selaku sekertaris umum eLTIM, menjelaskan tujuan dari diadakannya diskusi guna menumbuhkan semangat membaca, diskusi, maupun berbicara didepan umum khususnya bagi para anggota baru .

“Tujuan dari diskusi tiap pekan ini, supaya kita eLTIMers terutama Anggota Baru membiasakan diri berbicara didepan umum, juga untuk memperluas wawasan dengan cara membaca dan diskusi,” pungkasnya.

Maya, selaku ketua eLTIM juga mengungkapkan bahwa anggota baru dilibatkan sebagai pemateri agar dapat menjalankan budaya eLTIM kedepannya.

“Jadi pemateri dalam diskusi eltim itu sebenarnya tidak hanya berasal dari anggota-anggota eLTIM saja, namun khusus diskusi buku ini kami memang memilih untuk anggota baru eLTIM yang baru dikukuhkan untuk berperan aktif dalam memaparkan buku yang mereka baca, untuk dijadikan bahan diskusi tiap pekannya, supaya anggota baru bisa lebih baik daripada generasi sebelumnya, juga karena kami pengurus eLTIM mengharapkan anggota baru kedepannya dapat memberi sinar baru yg lebih terang dan dapat menjalankan budaya eLTIM dengan baik dan penuh percaya diri,” tutupnya.

Reporter: Marlia Inayah