Rilis, Estetika – Redaksi Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Profesi Universitas Negeri Makassar (UNM) diserang Orang Tak Dikenal (OTK) di Jalan Mallengkeri Luar Nomor 25, Mangasa, Sabtu (5/9).

Penyerangan tersebut terjadi pada pukul 00.30 WITA dini hari saat pagar dan pintu Redaksi LPM Profesi sudah tertutup.

Beberapa pengurus yang sedang mengerjakan tugas laporan kepanitiaan dan sebagiannya lagi tengah tertidur, tiba-tiba mendengar suara “brakk.” Dua buah batu dilempar menembus jendela kaca dari arah luar sehingga menyebabkan kaca berhamburan dan hampir mengenai beberapa pengurus yang tengah tertidur.

Lantas pengurus yang tengah mengerjakan laporan kepanitiaan tersebut kaget dan keluar mencari tahu apa yang sedang terjadi. Namun, OTK yang melakukan pelemparan tersebut telah meninggalkan lokasi terlebih dahulu. Para pengurus lalu berkumpul dan mengecek kondisi luar redaksi. Tak berselang lama, para warga yang berada di sekitar lokasi Redaksi LPM Profesi pun datang dan melihat langsung keadaan di lokasi.

Sesaat setelah aksi pelemparan oleh OTK, Pemimpin Umum (PU) LPM Profesi, Muh. Sauki Maulana, langsung menuju ke Kantor Polisi Sektor (Polsek) Tamalate untuk melaporkan kejadian ini. Alhasil, kasus tersebut ditangani oleh Polsek Tamalate dengan nomor aduan 823/IX/2020/Polsek Tamalate dan pihak kepolisian mengatakan akan menangani kasus ini secepatnya.

PU LPM Profesi, Muh. Sauki Maulana, mengatakan penyerangan ini diduga akibat pemberitaan Tabloid Profesi edisi 242. Berdasarkan pengakuannya, ia sempat mendapat teguran oleh salah seorang fungsionaris Lembaga Kemahasiswaan (LK) sehari setelah berita itu diterbitkan.

“Ada kabar di grup lembaga kemahasiswaan, kalau ada pihak tidak terima dengan berita yang kami tayangkan di tabloid,” kata PU LPM Profesi yang akrab disapa Sauki.

Lebih lanjut, ia juga mengaku bahwa sebelum penyerangan, salah seorang rekannya mengingatkan Sauki untuk berhati-hati.

“Hati-hati ko saja,” kata Sauki mengutip pernyataan rekannya tersebut.

Tak sampai di situ, lima belas menit sebelum penyerangan, Sauki mengaku sempat ditelepon oleh OTK yang melalukan aksi penyerangan.

“Tadi tiba-tiba ada yang kabari kalau ada orang yang mau datang ke Profesi. Sekitar lima belas menit kemudian, kami yang sedang mengerjakan tugas kelembagaan, tiba-tiba dikagetkan dengan lemparan batu yang membuat kaca jendela redaksi kami pecah,” jelasnya.

Sauki juga mengatakan masih menunggu iktikad baik dari oknum yang melakukan pelemparan sebelum diselesaikan secara hukum.

“Saya belum mau sebut siapa dulu, tapi kami sudah punya info. Kami tunggu di redaksi untuk minta maaf agar masalah ini tidak usah diperpanjang,” ucapnya.

namun hingga berita ini diturunkan, LPM Profesi masih melakukan penelusuran lebih lanjut mengenai kejadian ini. Untuk mencegah hal yang buruk kembali terulang, hingga saat ini, pengurus dan sejumlah warga masih berjaga di depan Redaksi LPM Profesi UNM.

Rilis: LPM Profesi UNM