Makassar, EstetikaDua Kandidat Calon Ketua Umum Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (Maperwa) dan satu Kandidat Calon Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2023-2024 membahas degradasi berlembaga mahasiswa pada Debat Calon Ketua Umum Maperwa dan Presiden BEM FBS UNM di Ruang Senat FBS UNM, Selasa (22/8).

Kegiatan yang mengusung tema “Merekondisikan dan Merawat Marwah Lembaga Kemahasiswaan FBS UNM” ini dihadiri oleh Presiden BEM FBS UNM, Fungsionaris Lembaga Kemahasiswaan (LK) FBS UNM, serta mahasiswa aktif FBS UNM.

Suasana saat berlangsungnya Debat Calon Ketua Umum Maperwa dan Presiden BEM FBS UNM di Ruang Senat FBS UNM, Selasa (22/8). Foto: Nadifah Amaliyah/Estetikapers.

Kandidat Tunggal Calon Presiden BEM, Nur Alam, menjelaskan bahwa degradasi minat berlembaga terjadi akibat minimnya sosialisasi LK, sehingga Mahasiswa Baru (Maba) cenderung lebih fokus terhadap prestasi akademik.

“Menurut saya, degradasi berlembaga disebabkan oleh kurangnya sosialisasi dari LK jadi Maba hanya berekspektasi pada akademik,” jelasnya.

Di sisi lain, Kandidat II Calon Ketua Umum Maperwa, Andi Rifqy Wirazaky, menekankan kepada seluruh LK FBS UNM agar mempercepat kaderisasi Maba.

Ia menambahkan bahwa salah satu hal yang ingin diubah yakni budaya tidak tepat waktu pada setiap pelaksanaan kegiatan.

“Saya ingin mendisiplinkan seluruh agenda dan mendorong LK untuk segera menggarap pengaderan agar tidak terjadi degradasi berlembaga,” ujarnya.

Sementara itu, Kandidat I Calon Ketua Umum Maperwa, Aan Abdullah Farhan, menuturkan bahwa salah satu langkah yang bisa dilakukan untuk mempertahankan LK ialah dengan mewujudkan slogan FBS.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa slogan tersebut dapat terwujud dengan cara menjalin komunikasi yang baik antara seluruh masyarakat FBS UNM.

“Perlunya kita membangun komunikasi yang baik antar sesama LK, birokrasi, dan juga mahasiswa aktif,” tuturnya.

Reporter: Nadifah Amaliyah & Nurul Dwi Anugrah