Makassar, Estetika – Biro Kegiatan Mahasiswa Jurusan (BKMJ) Bengkel Sastra (Bestra) Dewan Mahasiswa (DEMA) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan Buka Bersama dan Tausiart di Panggung Daeng Pamatte FBS UNM, Minggu (17/4).
Kegiatan yang bertujuan untuk menyambut calon anggota baru ini menghadirkan Prusdianto selaku dosen Fakultas Seni dan Desain (FSD) UNM sekaligus sutradara dan penulis sebagai pemateri.

Pemateri, Prusdianto, mengatakan bahwa seorang seniman seharusnya dapat memahami pesan yang tersirat dalam karya seninya sebelum dipamerkan ke khalayak umum.
“Sebelum menyampaikan pesan kesenian itu, sampaikan dan tuntaskan dulu pada diri anda,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa seni pembebasan merupakan media penyadaran dengan kaum tertindas sebagai objeknya guna mencapai suatu tujuan dalam meraih kebebasan.
“Seni pembebasan selalu berhubungan dengan hal-hal layaknya kaum tertindas dan dijadikan objek karya untuk menjadi sebuah kebebasan yang kemudian menjadi suatu tujuan,” jelasnya.
Di sisi lain, anggota Bestra 2021, Nur Hikmah Aulia, mengungkapkan bahwa di dalam tausiah tidak hanya menyangkut hal keagaaman belaka, akan tetapi menyangkut kesenian dengan budi pekerti sebagai jembatan penghubungnya.
“Tausiah itu tidak hanya berbicara tentang religius, tapi juga ada seni. Sehingga antara religi dan seni yang menghubungkannya adalah moral,” jelasnya.
Reporter: AM 1 dan AM 6 Estetika
Editor: Ahmad Ardiansyah