Makassar, Estetika Bengkel Sastra (Bestra) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar pentas virtual yang disiarkan langsung melalui akun Facebook dan YouTube Bestra, Sabtu (6/5).

Kegiatan yang merupakan rangkaian dari perekrutan anggota ini menampilkan sembilan pentas, yaitu kota luka karya Bopo Edi, masa lalu karya Bunda Letti, puisi laki-laki dan perempuan karya Bopo Abidin Wakur, ratapan sepi karya Bopo Wildan Noumeiku, usai usia karya Bopo Irfan Pallipui, puisi marsinah karya Saut Situmorang, yang berhati karya Bopo Taufik Ujang, fiera jiwa karya Bopo Wildan Noumeiku, dan anyaman rindu di Kota Daeng karya Bopo Abidin Wakur.

Suasana berlangsungnya pentas virtual via live streaming YouTube, Sabtu (6/5). Foto: Tangkapan Layar/Estetikapers.

Kepala Suku (Kepsuk) Bestra, Zulhijjah, menuturkan bahwa pementasan ini bertujuan untuk memberi kesan bermakna kepada calon anggota sekaligus mengasah kreativitas dan memperkuat solidaritas antar anggota Bestra.

“Kreativitas berkembang, hubungan solidaritas antar sesama, serta para calon anggota dapat menyaksikan dan menilai sendiri bagaimana Bengkel Sastra,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa kegiatan ini bukan agenda rutin Bestra dan hanya diadakan sesuai kebutuhan mereka.

Zul menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, Bestra menjaring kembali anggotanya dengan mempertimbangkan loyalitas mereka.

“Pentas virtual ini bukan agenda rutin. Tapi ini merupakan salah satu cara kami menjaring kembali para anggota dengan memanfaatkan teknologi,” katanya.

Reporter: Pebriansa (Magang)