Parangtambung, Estetika – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menyatakan menarik diri dari kepengurusan BEM UNM periode 2019/2020, Kamis (19/9) lalu.

Muh.Aqsa B.S, Presiden BEM UNM terpilih Periode 2019/2020, saat ditemui di gedung DU Fakultas Ekonomi (FE) UNM, Jumat (20/9). Foto: Muh.adnan alfaridzi/EstetikaPers.

Pernyataan penarikan diri ini ditandai dengan tidak masuknya BEM FBS UNM dalam struktur dan formatur BEM UNM periode 2019/2020. Selain BEM FBS UNM, BEM Fakultas Ilmu Pengetahuan (FIP) tidak ikut andil dalam struktur dan formatur BEM UNM dikarenakan kekurangan anggota untuk diangkat ke kepengurusan BEM UNM periode 2019/2020.

Mengenai tidak bergabungnya BEM FBS UNM dalam kepengurusan BEM UNM Periode 2018/2019, Presiden BEM FBS UNM, Fadil Abdullah, menjelaskan bahwa BEM FBS UNM melakukan pembenahan lingkup fakultas yang minim sumber daya.

“Kita berbenah dan kita tidak memasukkan orang distruktur atau formatur di BEM UNM karena orang di fakultas masih minim. Kita tidak memutuskan gerakan yang sesuai dengan visi-misi dari kawan-kawan di FBS,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa BEM FBS UNM masih di bawah naungan BEM UNM.

“Berbenah dapat menciptakan miliu yang diidamkan pada jargon FBS yaitu buku, diskusi, cinta dan demontrasi. Kemarin kita melakukan kajian, aksi penolakan, Pors Maba FBS, itukan salah satu bentuk miliu. Kita tetap dalam satu lingkup dan berdiri di bawah naungan universitas,” tegasnya.

Disisi lain, Presiden BEM UNM Periode 2019/2020, Muh. Aqsa B.S, mengaku bahwa dirinya menghormati keputusan penarikan diri BEM FBS UNM dari struktur kelembagaan BEM UNM.

“Kami tetap menghargai dan menghormati keputusannya secara kelembagaan karna soal keputusan kelembagaan itu tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun. Soal kecewa tidak, tapi lebih tepatnya kami berharap komunikasi lebih baik,” tuturnya.

Reporter: TIM ESTETIKA