Parangtambung, Estetika– Tarian “Peppe-Peppe Baine” yang merupakan penampilan terakhir dalam Pentas Perdana Immortal Chapter 8 LenterA sukses memukau penonton. Kegiatan ini, di helat di lapangan basket Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM), Jumat (14/9).
Tari Peppe-Peppe Baine mengisahkan tentang penyebaran kepercayaan Islam di daerah Gowa, Sulawesi Selatan. Tarian ini dipadukan dengan atraksi api obor, yang telah dibacakan mantera khusus sebagai agar tubuh kebal terhadap api, api kemudian diarahkan ke bagian tubuh penari. Selain itu penonton juga diajak naik ke panggung oleh salah seorang penari untuk diikutsertakan dalam rasa bermain bersama api obor.
Rosmaladewi, penonton pentas ini mengungkapkan rasa takjubnya oleh permainan api obor yang dibawakan para penari ini.
“‘Astaga, keren sekali itu tarian. Terpukau’ka kurasa. Kukira bakalan kena api panaski orang, tapi ternyata tidak, sempatka juga deg-degan,” ujarnya penuh haru.
Di sisi lain, Amelya Ismirandha, salah seorang penari berharap pentas ini bisa menambah pengetahuan tentang kebudayaan yang dapat dikembangkan.
“Semoga kedepannya penampilan yang akan datang lebih baik, serta para penonton dapat mengetahui budaya-budaya yang ada di Sulawesi Selatan agar pengetahuan mereka bisa bertambah,” harapnya.
Reporter: Anisa Maulidiah Alam
