Makassar, Estetika – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahasa dan Sastra Indonesia (SASINDO) Dewan Mahasiswa (DEMA) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menghadirkan Usman Maulana, penulis puisi Kepintaran Dijauhi Kebodohan Dipelihara dalam diskusi menuju Musyawarah Kerja (Musker) XVIII di Lontara Cafe jalan Mallengkeri, Selasa (7/9).
Puisi yang berjudul “Kecerdasan Dijauhi, Kebodohan Dipelihara” ini menjadi salah satu pemicu dikeluarkannya Usman Maulana dari kampus karena dianggap mencermarkan nama baik kampus di media sosial.
Kejadian ini dimulai ketika Usman masih berstatus sebagai mahasiswa baru di kampusnya, dimana ia melihat banyaknya kepincangan yang terjadi, seperti dosen yang terlalu mengekang, kurangnya manajemen organisasi, hingga dipersulit mengikuti final semester hanya karena rambutnya gondrong.
Menanggapi hal tersebut, akhirnya Usman menuliskan keresahan yang dirasakannya melalui situs media sosial mengakibatkan adanya pemanggilan orang tuannya atas tuduhan jarang mengikuti perkuliahan dan pencemaran nama baik dosen dan institusi hingga berakhir di DO dari kampusnya.
Usman juga mengaku kalau ia sempat mempertanyakan status kemahasiswaannya di kampus, namun rektor sudah menandatangani surat DO atas permintaan dari fakultas. Dalam pengakuan Usman, SK DO tersebut dinilai cacat secara prosedural.
Ia kemudian menjelaskan bahwa kasusnya telah diajukan ke ombudsman dan sedang di proses.
“Kasus ini sudah diajukan ke ombudsman dan sudah ada tanggapan dari ombudsman yakni datang langsung ke kampus. Artinya, kasus ini sudah dalam proses,” jelasnya.
Reporter: Aulia Ulva & Rada Dhe Anggel
