Gunungsari, Estetika – Aliansi Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menggelar aksi di depan Gedung Phinisi UNM dalam rangka pengawalan isu di masa pandemi, Kamis (29/7).

Sebanyak empat dari sembilan fakultas yang ada di UNM, yaitu Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), dan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H) turut serta dalam aksi di Jalan Pettarani tepatnya di depan Gedung Phinisi UNM sekitar pukul tiga sore untuk melancarkan tuntutannya, yakni “Wujudkan UNM yang Demokratis dan Stop Komersialisasi Pendidikan.”

Dalam aksi ini, pihak Aliansi Mahasiswa UNM menilai demokratisasi kampus tidak berjalan sesuai yang diharapkan dengan tidak adanya hak yang diberikan dalam proses pengambilan keputusan terhadap kebijakan kampus dan akses transparansi mengenai unit cost, RKA-KL, dan anggaran Covid-19 yang diberikan dari pihak pimpinan kampus terhadap mahasiswa.

Jenderal Lapangan Aliansi Mahasiswa UNM saat memimpin jalannya aksi, Kamis sore (29/7). Foto: Naufal Fajrin JN/Estetikapers

Selain itu, pihak mahasiswa juga merasa kurang puas atas kebijakan rektor mengenai peninjauan ulang Uang Kuliah Tunggal (UKT) di masa pandemi karena tidak dapat mengakomodasi seluruh mahasiswa UNM.

Dalam press release Aliansi Mahasiswa UNM, disebutkan bahwa proses perkuliahan secara daring seharusnya membuat kampus meninjau kembali mengenai kebutuhan yang hadir.

“Pasal 4 ayat (2) (Permendikbud 25 Tahun 2020) bahwa SSBOPT dihitung berdasarkan: biaya langsung dan biaya tidak langsung. Berdasarkan hal tersebut, jika aktifitas akademik dilaksanakan secara daring, maka Biaya Kuliah Tunggal (BKT) atau keseluruhan biaya yang dibutuhkan dalam mahasiswa persemesternya tentu berbeda dengan kondisi normal,” tulis pihak Aliansi dalam press release.

Jenderal lapangan Aliansi Mahasiswa UNM, Muhammad Ilham, melihat banyaknya pembiayaan yang tidak terpakai, khususnya dipembiayaan tidak langsung sehingga pihaknya menuntut transparansi terhadap pembayaran UKT yang dibayar penuh oleh mahasiswa.

“Kita bisa melihat, jika ditransparansi RKA-KL-nya itu kita bisa tahu apakah anggaran yang dibayar secara penuh oleh teman-teman mahasiswa terpakai atau tidak di masa pandemi ini,” jelas mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan ini saat diwawancarai di sela-sela orasi.

Reporter: Naufal Fajrin JN