Makassar, Estetika – Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Workshop Penyusunan Proposal Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) di Ruang Senat FBS UNM, Rabu (25/2).

Kegiatan bertajuk “Ormawa Mengabdi, Desa Berdaya, FBS Hadir untuk UNM Juara” ini bertujuan untuk memperkuat peran mahasiswa dalam pengabdian masyarakat.

Suasana saat berlangsungnya workshop PPK Ormawa di Ruang Senat FBS UNM, Rabu (25/2). Foto: Vanie Wirasti/Estetikapers.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FBS UNM, Syamsu Rijal, saat membuka acara menyampaikan bahwa PPK Ormawa adalah instrumen strategis untuk mengoptimalkan kapasitas organisasi mahasiswa.

Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan kemampuan akademik untuk menjawab kebutuhan masyarakat di desa atau kelurahan mitra.

“PPK Ormawa bertujuan mengoptimalkan kapasitas organisasi mahasiswa dengan membawa kemampuan akademik dari kampus ke desa mitra,” jelasnya.

Dalam sesi materi, Reviewer PPK Ormawa 2026, Asri Ismail selaku narasumber menekankan bahwa aspek krusial dalam kelulusan proposal adalah relevansi ide dengan program Asta Cita.

Menurutnya, keselarasan antara topik yang diajukan dengan program nasional tersebut menjadi indikator utama dalam proses seleksi.

“Topik atau judul proposal harus berhubungan dengan Asta Cita. Jika tidak sejalan, ide tersebut berpotensi tidak lolos seleksi,” tegas Asri.

Dia menambahkan bahwa mahasiswa perlu memaparkan keterkaitan gagasan mereka dengan 17 program nasional secara eksplisit di dalam subproposal.

Selain aspek teknis proposal, Asri juga menyoroti peran vital dosen pendamping sebagai pembimbing atau ‘kompas’ bagi mahasiswa.

“Dosen pendamping harus terlibat aktif karena menjadi kompas bagi mahasiswa serta siap dihubungi dalam proses pendampingan, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan,” pungkasnya.

Reporter: Nur Azkiah Hady Putri dan Ahmad Arsal Siddiq