Kabar Kampus

TERPILIHNYA MAHASISWA ANGKATAN 2017 SEBAGAI KETUA UMUM, BENTUK NORMALISASI KELEMBAGAAN HMPS SASINDO

Parangtambung, Estetika – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sastra Indonesia (Sasindo) Dewan Mahasiswa (Dema) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) baru-baru ini menetapkan Ayatullah Fatullah sebagai Ketua Umum HMPS Sasindo periode 2019-2020 pada Musyawarah Kerja (Musker) XVI HMPS Sasindo, di Jalan Pendidikan, Malino, pada Selasa (18/12).

Namun terpilihnya Ayatullah, membesitkan sedikit kejanggalan karena Ayatullah Fatullah sendiri merupakan mahasiswa Program Studi (Prodi) Sasindo angkatan 2017 yang menggantikan Rostan Yuniardi pada periode sebelumnya yang merupakan mahasiswa angkatan 2015. Dalam artian ini, Ayatullah melangkahi satu angkatan yang seharusnya ditetapkan sebagai Ketua Umum, yaitu angkatan 2016.

Himbauan Regenerasi Maperwa

Kurang lebih setahun lalu, pada 21 Desember 2017, Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (Maperwa) FBS UNM melaksanakan Tudang Sipulung yang merupakan pertemuan dengan seluruh elemen HMPS dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).

Dalam pertemuan tersebut, Maperwa memberikan himbauan agar kepengurusan himpunan di tingkat Prodi (HMPS) dipegang oleh angkatan 2016, sedangkan di tingkat jurusan (HMJ) dipegang oleh angkatan 2015, dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) serta Maperwa oleh angkatan 2014.

Wahyu Gandhi, Ketua Maperwa FBS UNM kala itu, saat diwawancarai melalui aplikasi pesan Whatsapp membenarkan adanya himbauan tersebut.

“Kami dari Maperwa memberi himbauan sebagai pertimbangan agar yang menjadi pengurus adalah angkatan 2016 untuk HMPS, 2015 untuk HMJ dan BEM-Maperwa akan diurus oleh angkatan 2014,” ungkapnya.

Atas dasar himbauan tersebutlah, hampir seluruh kepengurusan di HMPS dipegang oleh angkatan 2016, HMJ oleh angkatan 2015, dan BEM-Maperwa oleh angkatan 2014. Namun lain halnya dengan Sasindo yang menetapkan Rostan Yuniardi yang merupakan mahasiswa angkatan 2015 sebagai Ketua Umum HMPS Sasindo pada Musker yang dilaksanakan di Kecamatan Tinggimoncong, Gowa (17/12/17).

Menanggapi hal tersebut, Wahyu Gandhi, Ketua Maperwa kala itu, menegaskan bahwa himbauan tersebut tidak bersifat wajib dan tak ada hak BEM-Maperwa untuk mengintervensi.

“Namanya himbauan boleh diikuti boleh tidak. Hal itu dibenturkan kembali pada persoalan kepercayaan masyarakat atau kebutuhan lembaga. Tidak ada hak BEM-Maperwa mengintervensi lembaga di tingkat prodi,” jelasnya.

Tongkat Kepengurusan Sasindo dari 2015 Melompat ke 2017

Pada akhirnya Musker XVI HMPS Sasindo pada 18 Desember 2018 menetapkan Ayatullah Fatullah sebagai Ketua Umum HMPS Sasindo periode 2019-2020, yang menandakan bahwa tongkat kepemimpinan HMPS Sasindo dipegang oleh angkatan 2017.

Rostan Yuniardi, selaku Demisioner HMPS Sasindo yang juga pernah menjabat Ketua Umum Sasindo periode 2017-2018 pun angkat bicara saat ditanyai oleh reporter Estetika melalui aplikasi pesan Whatsapp. Ia menjelaskan bahwa pemilihan Ketua Umum periode 2017-2018 terjadi karena adanya beberapa kondisi internal HMPS Sasindo yang tidak memungkinkan tongkat kepemimpinan kala itu dipegang oleh angkatan 2016.

“Benar bahwa ada Tudang Sipulung sewaktu sebelum saya naik jadi ketua HMPS Sasindo oleh Maperwa, namun kondisi internal Sasindo pada saat itu tidak memungkinkan untuk himbauan normalisasi tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut, lelaki yang akrab disapa Ardi ini menjelaskan bahwa naiknya angkatan 2017 pada periode ini sebagai Ketua Umum Sasindo sebagai penyesuaian ke lembaga induk jurusan.

“Namun barulah pada saat ini bisa melakukan normalisasi dengan menaikkan angkatan 2017 selama 1,5 tahun dalam satu periode untuk menyesuaikan ke lembaga induk jurusan di Bahasa Indonesia dan membayar normalisasi di FBS yg belum sempat terpenuhi pada saat kepengurusan saya,” jelasnya.

Mahasiswa angkatan 2015 ini pun menuturkan bahwa normalisasi yang dilakukan oleh HMPS Sasindo saat ini harus disikapi secara dewasa oleh para pengurus.

“Kebijakan ini tentu harus ada yg dikorbankan dan disikapi secara dewasa, pada kepengurusan sebelumnya angkatan 2016 juga telah mengambil peran inti di kepengurusan jadi jika ditanya tentang rasa kekecewaan angkatan sebelumnya, tentunya tidak masalah dan kecewa,” tuturnya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan angkatan 2016 Sasindo akan terlibat di Dema, Ardi tak mengiyakan juga tak menampik kemungkinan itu.

“Barangkali,” tutupnya singkat.

Reporter: TIM ESTETIKA

Related posts

KOMBAT UNM ADAKAN KOMBATALKS GUNA SIAPKAN PERKULIAHAN DI ERA NEW NORMAL

Editor Estetika
June 27, 2021

ACCESS ZONE VOL. IV AJAK MAHASISWA PBI JADIKAN ACCESS SEBAGAI RUMAH

Editor Estetika
March 20, 2022

PRAKSIS 2018 KENALKAN BKMJ PADA PESERTA

LPM Estetika FBS UNM
October 10, 2018
Exit mobile version