Parangtambung, Estetika – Menanggapi imbauan perpanjangan status keadaan darurat wabah Corona Virus Desease-19 (Covid-19) dari pemerintah, masyarakat lingkup Universitas Negeri Makassar (UNM) masih menunggu surat edaran terbaru dari rektor mengenai perpanjangan status kuliah daring, Selasa (24/3).
Meningkatnya penyebaran Covid-19 membuat perguruan tinggi mengambil langkah serius, seperti menerapkan kuliah daring.
Sebelumnya, Rektor UNM telah menerbitkan surat edaran mengenai peningkatan kewaspadaan Covid-19 dengan mengalihkan perkuliahan ke sistem daring yang diberlakukan mulai Senin-Selasa (16-31/3).
Wakil Dekan (WD) I bidang Akademik Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) UNM, Syahril, menjelaskan bahwa perpanjangan kuliah daring mengikuti arahan Rektor UNM dan pemerintah.
“Penerapan kuliah daring menurut saya tetap kita mengikuti arahan rektor UNM. Jika pemerintah memandang bahwa satu-satunya cara yang efektif untuk menghindari menyebarnya wabah Virus Corona ini adalah dengan cara lockout, maka sebaiknya kuliah daring yang dianjurkan pemerintah dan para rektor, harus kita lakukan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga menuturkan bahwa dalam situasi seperti ini diharapkan dosen dan mahasiswa harus memiliki kesiapan pada sistem kuliah daring.
“Hal yang penting saat ini adalah dosen dan mahasiswa memiliki kesiapan untuk melakukan kuliah daring dalam bentuk apapun,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa tugas yang diberikan dosen sebenarnya tidak banyak karena tetap mengikut pada target setiap mata kuliah.
“Menanggapi terkait dengan tugas yang diberikan dosen, sebenarnya tidak banyak karena semua dosen punya target sesuai tujuan mata kuliahnya. Hanya saja, sebagian besar mahasiswa baru merasakan tugas hampir bersamaan diberikan oleh dosen karena diminta untuk melaporkan secara daring juga melalui aplikasi yang disediakan,” tambahnya.
Di sisi lain, salah seorang mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) FBS UNM, Julianti, mengungkapkan bahwa kuliah daring merupakan langkah yang tepat dalam menghadapi situasi pandemi virus corona.
“Sangat mendukung kuliah daring ini sebagai langkah yang diambil pemerintah dan pihak kampus untuk pencegahan penularan Covid-19. Beberapa dosen di kelas saya memberikan tugas yang masih mampu ditangani mahasiswa, bukan berarti tidak memberikan tugas sama sekali,” ungkap mahasiswa angkatan 2018 ini.
Reporter: Andi Reski Ramadhani
