Alangkah terkejutnya Pak Zul memindai seisi kelas yang di dalamnya hanya tersisa tiga orang yang sepertinya menunggu Pak Zul datang untuk memulai jam ketiga hari ini. Hari itupun terasa terik sekali. Panas mentari membakar kulit-kulit para pekerja bangunan yang telaten menyusun batu demi batu. Wajar…