Kala September
Aroma tanah basah sehabis hujan memandikan jiwa-jiwa murka
kulit yang menua atau keriput tanda kebahagiaan manusia
telah lama bermain-main
Pelupuk mata yang mulai memerah
berharap rahim Ibu akan membungkus segala keresahan
pekat dan kelam akan masa lalu
tulang-tulang patah berserakan di lantai rumah
tenang saja, langkah kaki ini kan usai di penghujung fajar
Di antara merah jingga dan putih
layu akan kesia-siaan
dan mengubur diri di makam belakang rumah
Makassar, 2017
Sejenak Dudukku di Beranda
Pelacur-pelacur kota dan kata bertemu
Isyarat lahir kembali raga yang telah terkubur
Melukiskan pelangi di tengah malam
Nyiur dan ombak pantai
Memulai membangun telaga di dalamnya
Berkisah riuh duka dua manusia
Dan berakhir pada ketiadaan
Makassar, 2017
Aku Menamaimu Ruang Tengah
Telah lama kita mati di tangan penyair
Berisi genangan lara bak belantara hutan
dan genggaman yang layu
Setiap malam selepas mengikrarkan perpisahan
Aku tidak lagi mencari dan berenang pada muram
Tiada lagi, entah kamu yang menghilang di tengah gerimis
Karena ruang tengah telah menghabisi dirinya dengan sesak
Makassar, 2017
Fitri Syamarkandi lahir di Makasaar, 17 Oktober 1996. Aktif dalam beberapa komunitas literasi dan komunitas kesenian di luar kampus. Saat ini sedang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Makassar pada Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra angkatan 2015.
