Rilis, Estetika – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Pentas Perdana Pelatihan Seni dan Perekrutan (PSP) XXX “Nusantara Antarexa” di Hall A.P Pettarani UNM, Sabtu (13/9) lalu.
Pementasan teater “Nusantara Antarexa” ini digambarkan sebagai jembatan yang menyalakan api budaya, menyatukan keberagaman menjadi satu harmoni, sehingga Nusantara berdiri sebagai cahaya yang tak pernah padam dan mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya di tengah perkembangan zaman.
Adapun pementasan teater ini mencakup lima tangkai seni yang ada di UKM Seni UNM, yakni musik, tari, teater, rupa, dan sastra, yang dipadukan dalam bentuk teater musikal.
Salah seorang penampil teater, Kirania Azzahra, menyebut bahwa teater “Nusantara Antarexa” memotret beragam isu aktual yang terjadi di Indonesia, mulai dari ekonomi, sosial, lingkungan, hingga persoalan politik dan budaya yang mencerminkan kondisi bangsa saat ini.
“Teater ini mengangkat isu-isu di Indonesia yang mencerminkan kondisi bangsa saat ini,” ujarnya.
Selain itu, dia menjelaskan bahwa teater tersebut mengkritik manusia yang tidak mampu menjaga apa yang telah mereka ciptakan, serta menyinggung kinerja pemerintahan yang belum berjalan dengan baik.
“Makna yang kami bawa adalah tentang bagaimana manusia tidak bisa menjaga apa yang telah dia ciptakan, sekaligus menyinggung pemerintahan yang tidak bekerja dengan baik,” jelas Kirania.
Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa pesan tersebut tergambar melalui karakter dengan logat Jawa yang tidak terlalu medok, sebagai simbol ancaman hilangnya budaya lokal di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
“Karakter tersebut sebenarnya mencerminkan bagaimana budaya bisa hilang seiring kemajuan teknologi jika kita tidak bisa menjaganya,” tambahnya.
Di sisi lain, Ketua Panitia, Yusril, mengatakan bahwa pentas perdana ini tidak hanya bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan dan memperdalam kekeluargaan, tetapi menjadi salah satu proses rekrutmen di UKM Seni UNM.
“Kegiatan ini merupakan proses rekrutmen untuk melahirkan generasi penerus yang berkualitas,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum UKM Seni, Muh. Farhan, menyampaikan agar pentas perdana ini dapat menjadi tolok ukur bagi anggota baru dalam berkarya seni, mengingat kegiatan tersebut sempat tidak terlaksana beberapa tahun terakhir.
“Walaupun sempat vakum, saya berharap pentas perdana kali ini dapat menjadi standar baru bagi generasi selanjutnya,” ujarnya.
Pementasan teater “Nusantara Antarexa” ini menjadi puncak kegiatan yang telah berlangsung dari Jumat hingga Sabtu (12-13/9) lalu, dengan beragam rangkaian acara seperti pameran rupa, lapak baca, diskusi lapak baca, sketch bersama, panggung ekspresi, hingga tari padduppa, yang menghadirkan suasana kreatif dan interaktif bagi para pengunjung.
Rilis: UKM Seni UNM
