Rilis, Estetika – Biro Kegiatan Mahasiswa Jurusan (BKMJ) Bengkel Sastra (Bestra) DEMA Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Pentas Karya Adat Songkabala Anggota Ta’aruf Alam XXIV di Panggung Terbuka Benteng Somba Opu, Kabupaten Gowa, Minggu (19/4) lalu.
Mengusung tema “Songkabala”, kegiatan ini mengangkat kebudayaan, khususnya ritual Songkabala sebagai tradisi penolak bala yang dikenal di wilayah Kajang, Jeneponto, Maros, dan Bantaeng.
Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi berbasis riset melalui pertunjukan nyanyian, teater, dan tari yang merupakan hasil penelitian anggota Ta’aruf Alam XXIV.
Kepala Suku (Kepsuk), Sudarni, mengatakan bahwa proses persiapan karya adat ini berlangsung selama kurang lebih tiga bulan.
“Kegiatan ini digarap dari Februari hingga hari pelaksanaan,” katanya.
Di sisi lain, salah seorang penampil, Fadel, mejelaskan bahwa karya musik yang ditampilkan merupakan hasil kreativitas anggota.
“Karya ini merupakan hasil kreativitas kami, bermula dari puisi lalu diolah menjadi lirik lagu,” jelasnya.
Selain itu, dia menuturkan adanya sejumlah kendala, terutama keterbatasan tempat latihan akibat pembatasan waktu berkegiatan di kampus.
“Pembatasan waktu berkegiatan menjadi kendala dalam latihan, khususnya pada malam hari,” tuturnya.
Sementara itu, salah seorang penonton, Nabila Atika Sari, menilai suasana pertunjukan mampu membangun emosi, terutama teater karena kekuatan alur ceritanya.
“Teaternya sangat terasa, suasananya juga tersampaikan dengan jelas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nabila mengapresiasi penampilan tersebut meskipun jumlah personel yang terlibat terbatas.
“Saya cukup kagum karena jumlah anggotanya sedikit, tetapi penampilannya memukau,” katanya.
Rilis: Bestra DEMA JBSI FBS UNM
