Cerpen

WARISAN PARAKANG

Seorang lelaki renta berdiri menatapku. Sorot matanya seakan ingin menelan habis diriku malam itu. Baju hitam yang melekat di badannya tertiup angin malam, seakan menambah kesan menakutkan pada dirinya. Bulan purnama benar-benar bulat bercahaya tepat di atas kepala. Mungkin ini sebuah kebetulan atau tidak, udara di kampung ini begitu dingin kala itu. Hal ini jarang terjadi, mengingat musim penghujan masih jauh dari pintu gerbang cuaca. Menakutkan.

Related posts

Cerpen “Tak Seindah Bunga Amaryllis”

Editor - Esse Shalsadilla
June 5, 2024

PELUKAN ADIK LEWAT TEGURANNYA

Editor Estetika
July 27, 2021

YANG SUDAH USANG AKAN MOGOK JUA AKHIRNYA

LPM Estetika FBS UNM
August 23, 2025
Exit mobile version