Cerpen

WARISAN PARAKANG

Seorang lelaki renta berdiri menatapku. Sorot matanya seakan ingin menelan habis diriku malam itu. Baju hitam yang melekat di badannya tertiup angin malam, seakan menambah kesan menakutkan pada dirinya. Bulan purnama benar-benar bulat bercahaya tepat di atas kepala. Mungkin ini sebuah kebetulan atau tidak, udara di kampung ini begitu dingin kala itu. Hal ini jarang terjadi, mengingat musim penghujan masih jauh dari pintu gerbang cuaca. Menakutkan.

Related posts

MAAFKAN AKU ADIK

LPM Estetika FBS UNM
April 10, 2018

KISAH MABA YANG MESTI MENGGANTUNG HATINYA DI ATAS RANJANG

Editor Estetika
July 20, 2022

Cerpen “Tak Seindah Bunga Amaryllis”

Editor - Esse Shalsadilla
June 5, 2024
Exit mobile version