Kabar Kampus

MAHASISWA PRODI TEKNOLOGI PENDIDIKAN FIP SELENGGARAKAN SEMINAR INTERNASIONAL AI FOR EDUCATION

Makassar, Estetika – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknologi pendidikan (TP) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) menyelenggarakan Seminar Internasional “Artificial Intellegence (AI) for Education” di Ballroom Teater Pinisi Lt. 3, Rabu (21/5).

Seminar bertajuk “Stengthening Digital Competence to Achieve Quality Education in Indonesia” yang diadakan oleh angkatan 2023 ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan kritis masyarakat, mendorong produktivitas artikel ilmiah, memberikan bekal karir bagi mahasiswa, serta mendukung pelestarian budaya melalui pemanfaatan AI yang bertanggung jawab.

Adapun pembicara dalam seminar ini yaitu, Direktur SEAMOLEC Indonesia Wahyudi, Ketua Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Septiaji Eko, serta Direktur SAMEO STEM-ED Thailand Kritsachai Somsaman.

Suasana saat berlangsungnya Seminar Nasional “AI For Education” di Ballroom Teater Pinisi Lt. 3, Rabu (21/5). Foto: Nurul Dwi Anugrah/Estetikapers

Ketua Presidium MAFINDO, Septiaji Eko, menuturkan bahwa AI tidak akan bisa menggantikan manusia, tetapi manusia bisa berkolaborasi dengan AI.

“Manusia yang berkolaborasi dengan AI, akan mengalahkan manusia yang tidak bisa berkolaborasi dengan AI,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menyampaikan ada empat kompetensi utama bagi siswa untuk belajar Kecerdasan AI yaitu, human centred mindset, Ethic of AI, AI techniques and application, dan AI system design.

“Belajar tentang etikanya agar tidak kecanduan AI, karena saat ini banyak yang langsung menggunakan AI secara salah sehingga berakibat kecanduan,” jelasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur SEAMOLEC Indonesia, Wahyudi, mengatakan bahwa untuk mengimplementasikan pembelajaran AI ke dalam pendidikan di Indonesia, terdapat empat hal yang perlu dilakukan, di antaranya literasi digital bagi pendidikan dan siswa, infrastruktur dan konektivitas yang memadai, tata kelola AI yang etis dan bertanggung jawab, serta melakukan dukungan kebijakan dan penguatan kapasitas.

“Sebelum mengimplementasikan AI ke dalam pendidikan, ada empat saran yang perlu dilakukan ke depannya,” katanya.

Sementara itu, Direktur SEAMEO STEM-ED Thailand, Kristachai Somsaman, menjelaskan bahwa cara yang harus dilakukan untuk memanfaatkan peran AI ke dalam pendidikan 4.0, yakni membentuk konten pembelajaran yang dipersonalisasi dari pengalaman, pengambilan keputusan yang disempurnakan oleh proses, mengoptimalisasi peran pendidik melalui augmentasi tugas, dan mengintegrasi AI ke dalam kurikulum pendidikan.

“Terdapat empat tahap untuk membentuk masa depan pembelajaran dari peran AI di era pendidikan 4.0,” jelasnya.

Reporter: Mutiara

Related posts

LITERASI PENA HMPS SASINDO ULAS KETIDAKSANTUNAN BERBAHASA DI ERA SOCIAL MEDIA ADDICTION

Editor - Reski Fajria Rasding
February 4, 2025

DELAPAN BELAS PTN HADIRI FORUM REKTOR SE-INDONESIA: UNM JADI TUAN RUMAH

Editor - Yusyfiyah Adinda Saputri
May 23, 2023

LAKUKAN PEMBOHONGAN PUBLIK SAAT TERSERET KASUS KEKERASAN SEKSUAL, PRESIDEN DEMA JBSI DIPECAT

Editor - Annisyaputri Satriadi
January 4, 2023
Exit mobile version