Makassar, Estetika – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sastra Indonesia (Sasindo) Dewan Mahasiswa (DEMA) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) mengadakan Literasi Pena Bedah Buku di Ruang Studio Sastra, Senin (21/7).
Bedah buku ini bertujuan untuk mengulas nilai-nilai anarkisme serta pemaknaan terhadap kebebasan pada novel “Pejalan Anarki: Sepasang Yang Melawan” karya Jazuli Imam.
Pemateri, Muhammad Zaldy Fitra, menjelaskan bahwa novel tersebut mengisahkan seorang mahasiswa yang melakukan perjalanan ke gunung, daratan, dan berbagai tempat lain sebagai upaya memahami arti kebebasan.
“Novel ini bercerita tentang mahasiswa yang melakukan perjalanan ke berbagai tempat untuk memahami arti kebebasan,” jelasnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa anarki dalam novel bukan hanya dipahami sebagai tindakan perusakan, melainkan sebagai konsep kehidupan bermasyarakat yang tidak bergantung pada pemerintahan.
“Anarki di sini juga dimaknai dengan cara hidup yang terbebas dari otoritas penuh pemerintah,” katanya.
Reporter: Rizqa Febrialbar
