Rilis, Estetika – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Statistika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan riset dengan model VAR (Vektor Autoregression) untuk menganalisis pengaruh faktor eksternal global terhadap kinerja ekspor Indonesia, Kamis hingga Kamis (29/5-26/6) lalu.
Riset ini dilatarbelakangi oleh perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Cina sejak 2018 yang menjadi salah satu isu ekonomi global paling berpengaruh dalam dekade terakhir, di mana kebijakan tarif timbal balik kedua negara adidaya tersebut.
Sebagai negara dengan ekonomi terbuka dan ketergantungan tinggi terhadap perdagangan internasional, kondisi ini menimbulkan spillover effect pada kinerja ekspor sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional di Indonesia.
Selain itu, dampak perang dagang tidak hanya berasal dari kebijakan tarif, tetapi juga dari ketidakpastian global yang memicu volatilitas pasar, fluktuasi nilai tukar, serta perubahan arus perdagangan, dengan temuan bahwa kenaikan 1 persen harga ekspor Cina meningkatkan harga barang Indonesia sebesar 0,19 persen.
Oleh karena itu, nilai tukar rupiah tertekan oleh eskalasi perang dagang akibat sentimen global dan risiko geopolitik, ketika investor melakukan flight to quality menuju aset safe haven, sehingga melemahkan daya saing ekspor Indonesia.
Ketua Bidang Riset dan Advokasi HMPS Statistika, Muhammad Amin Yunus, menuturkan bahwa hasil penelitian memperlihatkan pengaruh nyata perang dagang terhadap ekspor Indonesia.
“Perang dagang Amerika Serikat dan Cina memengaruhi ekspor Indonesia terutama melalui fluktuasi nilai tukar dan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) global,” tuturnya.
Dia juga menyebut bahwa ketidakpastian kebijakan ekonomi memang tidak berdampak langsung, namun tetap memberi pengaruh implisit.
“Ketidakpastian kebijakan ekonomi tidak berpengaruh langsung, tetapi memiliki dampak tidak langsung yang negatif,” katanya.
Selain itu, Yunus menambahkan bahwa hasil penelitian menunjukkan stabilitas ekspor Indonesia dalam jangka panjang justru lebih ditentukan oleh faktor internal dan kondisi ekonomi global, bukan semata-mata nilai tukar atau ketidakpastian kebijakan.
“Ekspor Indonesia relatif stabil dalam jangka panjang dan lebih dipengaruhi oleh faktor internal serta kondisi ekonomi global daripada nilai tukar atau ketidakpastian kebijakan,” jelasnya.
Lebih lanjut, artikelnya dapat dibaca melalui link berikut: https://lnk.ink/Analisis-Perang-Dagang-Amerika-Cina-Terhadap-Ekspor-Indonesia
Rilis: HMPS Statistika FMIPA UNM
