Parangtambung, Estetika – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sastra Indonesia (Sasindo) Dewan Mahasiswa (DEMA) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) adakan Kelas Uang Kuliah Tunggal (UKT) di bawah pohon Aristoteles depan Gedung DG FBS UNM, Parangtambung, Makassar, Kamis (6/9).
Kegiatan yang merupakan program kerja Divisi Advokasi HMPS Sasindo periode 2017/2018 ini membahas segala hal yang berhubungan dengan UKT dengan menghadirkan mahasiswa FBS, Andre Arisandy sebagai pemateri. Kelas UKT ini pun dihadiri oleh mahasiswa dari Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK).
Ketua Umum HMPS Sasindo, Rostan Yuniardi, mengungkapkan bahwa kelas UKT tersebut bertujuan guna menghimpun mahasiswa yang ingin belajar tentang UKT, terkhusus di UNM.
“Untuk menghimpun teman-teman yang ingin belajar mengenai segala hal yang berkaitan dengan uang kuliah tunggal terkhusus saat ini di UNM,” ungkap mahasiswa yang kerap disapa Ardi ini.
Lebih lanjut, Ia juga mengatakan bahwa dalam kelas UKT kali ini akan membahas latar belakang dari UKT hingga realisasi dari UKT.
“Membahas latar belakangnya kenapa muncul uang kuliah tunggal, realisasinya uang kuliah tunggal sudah ideal atau tidak, komponen uang kuliah tunggal dan sebagainya,” terangnya.
Peserta kegiatan dari FT, Zulfikar, mengungkapkan bahwa kelas UKT yang dilaksanakan tersebut menjadi hal yang lama tak menjadi bahan diskusi lagi.
“Bagus ini yang dibutuhkan. Apa lagi sudah lama tidak di ungkap ke permukaan,” ungkapnya.
Selain itu, mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan ini pun berharap agar kelas UKT ini dapat berlanjut dan digelar kembali.
“Semoga kelas UKT ini tidak sampai disini, apa lagi tadi ada insiden dan semoga kelas UKT ini bisa menimbulkan solusi solutif agara pergerakan penolakan UUPT atau UKT bisa lebih masif lagi. Aamiin,” ungkap mahasiswa Jurusan Pendidikan Teknik dan Perencanaan ini .
Reporter : Nuraeni dan Dian Hezedila Sharon
