Kabar Kampus

HMPS ACCESS GELAR BEDAH FILM “TANDA TANYA”

Parangtambung, Estetika Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Association of English Education Students (Access) Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan bedah film “Tanda Tanya” di Gedung DH 306 FBS UNM, Parangtambung, Makassar, Sabtu (28/4).

Dihadiri oleh para pengurus HMPS Acces, beberapa perwakilan pengurus HMPS Prasasti, dan masyarakat dari Program Studi (Prodi) PBI, kegiatan bedah film yang merupakan program kerja dari divisi Pendidikan dan Kemahasiswaan ini dibawakan oleh Sandhi Aras, demisioner pengurus Access periode 2016-2017.

Film Tanda Tanya sendiri merupakan film yang bertemakan pluralisme agama di Indonesia yang sering terjadi konflik antar keyakinan beragama, yang dituangkan ke dalam sebuah alur cerita yang berkisar pada interaksi dari tiga keluarga yaitu Buddha, Islam, dan Katolik.

Suasana berlangsungnya pemutaran film “Tanda Tanya” Oleh HMPS ACCESS di DH 306 lt. 3 FBS, Sabtu (28/4). Foto : Anisa Maulidiah Alam/Estetikapers.

Salah seorang anggota divisi Pendidikan dan Kemahasiswaan HMPS Access, Helvi Mei Sari, mengungkapkan bahwa tema kerohanian dari film “Tanda Tanya” tersebut diangkat untuk meningkatkan toleransi antar umat beragama.

“Topik yang sekarang dengan tema kerohanian dengan judul Tanda Tanya untuk meningkatkan toleransi antar umat beragama,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ia mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk melatih kekritisan mahasiswa PBI dalam menanggapi sebuah keadaan.

“Tujuan diadakan bedah film ini untuk meningkatkan kesadaran toleransi mahasiswa dan melatih kekritisan mahasiswa khususnya Pendidikan Bahasa Inggris, bagaimana mereka menanggapi sebuah keadaan,” terangnya.

Di sisi lain, Ketua divisi Pendidikan dan Kemahasiswaan, Nurul Qalbi, berharap dengan adanya bedah film ini dapat meningkatkan rasa toleransi agama.

“Saya berharap dengan adanya bedah film ini mampu meningkatkan rasa toleransi terhadap sesama muslim dan agama yang lain,” ujarnya.

Waode Septiandry Zaputri, salah satu peserta bedah film, berpendapat bahwa film Tanda Tanya ini dapat mengajarkan toleransi beragama.

“Pendapat saya tentang film ini bagus karena mengajarkan kita toleransi perbedaan agama,” katanya.

Reporter: AM 4 ESTETIKA

Related posts

BEDAH FILM : FILM ALIF LAM MIN DIANGGAP MENGANDUNG UNSUR PROPOGANDA

LPM Estetika FBS UNM
December 11, 2017

ALVIRNA CHANDRIKA IRVANDA, MAHASISWA FBS PERAIH MEDALI PERUNGGU PADA PEKAN OLAHRAGA NIPAH

Editor - Aulia Ulva
August 2, 2022

AZIS RESMI LEPAS DELAPAN PESERTA PENDIDIKAN LANJUTAN ANGKATAN XXIII MPAS MAESTRO FBS UNM

Editor Estetika
March 12, 2020
Exit mobile version