Parangtambung, Estetika – Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi) Pendidikan Bahasa dan Bahasa dan Sastra (PBSI) Dewan Mahasiswa (Dema) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Diskusi Linguistik (Diksi) di ruangan DG 102, Rabu (27/2).
Bertemakan “Memakan Bangkai M.A.K. Halliday″, Diksi bertujuan untuk mempelajari ilmu linguistik yang diterapkan oleh seorang ahli bahasa M.A.K. Halliday. Kegiatan yang telah digelar selama tiga kali ini menghadirkan Zulfikar Hamid sebagai pemateri dan dihadiri oleh 43 mahasiswa PBSI dari empat angkatan, yakni angkatan 2018, 2017, 2016 hingga angkatan 2015.
Zulfikar Hafid, selaku pemateri mengungkapkan bahwa bahasa harus selalu dijadikan sebagai cerminan diri.
“Menurut M.A.K. Halliday, ketika seorang berbahasa itu artinya ia sedang berperilaku. Setiap gerakan atau perilaku yang dilakukan itu menyatakan bahwa seorang itu sedang berbahasa” ungkap laki-laki berkaca mata tersebut.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa hal terpenting dalam bahasa ialah tentang fungsi bahasa dan efeknya ketika dituturkan.
“Hal yang terpenting dari penggunaan bahasa itu adalah fungsinya dapay tersampaikan dan bagaimana efeknya ketika disampaikan, bukan struktur bahasa, kaidahnya, dan bagaimana bahasa itu digunakan,” tutupnya.
Di sisi lain, Nurmasyita, Ketua Bidang (Kabid) Linguistik berharap dengan terlaksananya kegiatan ini dapat menjadikan masyarakat PBSI dan Pengurus Himaprodi lebih memahami bidang linguistik.
“Harapan saya dari kegiatan ini agar masyarakat PBSI lebih paham tentang linguistik, dan kedepannya lebih banyak lagi masyarakat PBSI terutama pengurus dan Mahasiswa Baru (Maba) yang mengikuti kajian ini,” harapnya.
Reporter: Rini Amriani & Lia Novela
