UNM

HARI KEDUA, SEKOLAH PANCASILA HIMA PPKN FIS-H BAHAS KEADILAN SOSIAL DAN EKONOMI

Makassar, Estetika – Himpunan Mahasiswa (HIMA) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan Sekolah Pancasila di Gedung Flamboyan Kampus Gunung Sari, Kamis (13/2).

Mengangkat tema “Quo Vadis Pancasila: Revitalisasi Pancasila dalam Menguatkan Karakter Kader”, kegiatan ini bertujuan untuk membentuk Mahasiswa Pancasilais, yakni mahasiswa yang dapat mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sosial, mulai dari lingkup terbesar sampai lingkup paling kecil.

Sekolah Pancasila hari kedua ini menghadirkan Andi Alan Nauri sebagai salah satu pemateri yang membahas tentang “Keadilan Sosial dan Keadilan Ekonomi” serta diikuti oleh sekitar 36 peserta.

Suasana berlangsungnya Sekolah Pancasila HIMA PPKn FIS-H UNM di Gedung Flamboyan Kampus Gunung Sari, Kamis (13/2). Foto: Mildawati/Estetikapers

Pemateri, Andi Alan Nauri, menjelaskan bahwa sudut pandang secara liberal masyarakat timur mendefinisikan keadilan berdasarkan dua persepsi.

Persepsi yang dimaksud adalah sosial kultural free will yang berarti kehendak bebas dan free determain yang berarti takdir, di mana keadilan itu berlaku mulai dari masa lampau hingga masa depan.

“Dari sudut pandang liberal dari orang timur terkait tentang keadilan ada persepsi sosial kultural free will atau kehendak bebas dan free determain atau takdir, keadilan itu tiba pada past tense masa lampau dan berlaku pada hari ini dan diterima oleh masa depan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwasanya keadilan tidak hanya dapat diidentifikasi dari nilai perbandingan secara absolut tetapi bisa juga berdasarkan persepsi animisme dan dinamisme seperti yang dilakukan oleh masyarakat di Kajang.

“Keadilan dapat diidentifikasi dari sudut pandang permasalahan rasio yaitu nilai perbandingan secara absolut yang hanya mampu ditentukan oleh hakim atau pengadilan, namun ada juga yang mengidentifikasi keadilan berdasarkan Tuhan seperti di Aceh dan persepsi animisme dan dinamisme sepertu di Kajang,” lanjutnya.

Reporter: Mildawati

Related posts

AKSI BISU ALIANSI TADIKA MESRA: LAWAN KEKERASAN SEKSUAL DAN DESAK IMPLEMENTASI PERMENDIKBUD

Editor Estetika
June 2, 2022

PUISI NURLAILY SYAM

Editor - Mutiara
June 12, 2025

HIMANIS FSH-H UNM PERIODE 2021-2022 GELAR BUSINESS PROJECT 2021

Editor Estetika
November 20, 2021
Exit mobile version