Makassar, Estetika – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Seminar Kewirausahaan di Ruang Mini Teater Lt. 12 FMIPA, Sabtu (4/4).
Melalui tema “Membangun Jiwa Entrepreneur Muda yang Inovatif dan Adaptif di Era Digital”, seminar ini bertujuan mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, peka terhadap peluang, dan siap mengembangkan usaha di era digital yang kompetitif.
Pemateri, Syamsu Alam, mengatakan bahwa keterbukaan terhadap kritik merupakan salah satu kunci dalam mengembangkan usaha. Menurutnya, kritik dapat menjadi bahan evaluasi yang konstruktif untuk memperbaiki serta meningkatkan kualitas, sehingga mendorong lahirnya inovasi.
“Kritik adalah kunci menuju inovasi,” katanya.
Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa potensi manusia tidak berawal dari nol, melainkan dapat berkembang tanpa batas.
“Konsepnya bukan zero to hero, tetapi zero to unlimited,” ujarnya.
Pada sesi diskusi, salah seorang peserta, Sofia Anwar, menanyakan kiat menjaga keberlanjutan usaha di tengah berbagai tantangan.
“Bagaimana strategi mempertahankan keberlangsungan usaha di tengah tantangan global?,” tanyanya.
Menanggapi hal tersebut, Syamsu Alam menyebutkan bahwa keunikan dan ekosistem usaha yang terkelola dengan baik berperan penting dalam mempertahankan keberlangsungan usaha.
“Keunikan dan ekosistem adalah kunci mempertahankan sebuah usaha,” sebutnya.
Reporter: Nurul Azizah A (Magang)
