Makassar, Estetika – Adat Tari Ta’aruf Alam XVIII Manusia Tradisi (Mantra) Bengkel Sastra (Bestra) Dewan Mahasiswa (DEMA) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) tampilkan Tari Ma’Nene dalam Pentas Anggota Baru (PAB) di Gedung Serbaguna Addaraen, Sabtu (15/12).
Ma’Nene merupakan prosesi adat dari Kabupaten Tana Toraja yaitu mengganti pakaian dan membersihkan jasad para leluhur. Prosesi dari ritual Ma’Nene dimulai dengan para anggota keluarga yang datang ke Patane (baca: Kuburan keluarga yang menyerupai rumah) untuk mengambil jasad dari anggota keluarga mereka yang telah meninggal.
Lilis Kanuna, salah satu penari adat Tari Bestra menjelaskan bahwa dua kelompok adat tari tiap anggotanya membuat cerpen, dan cerpen Ma’nene menjadi tugas khusus buat kelompok mereka.
“Awalnya Kami melakukan penelitian untuk pengambilan Nomor Registrasi Bestra (NRB). Kemudian adat tari dibagi dua kelompok. Dalam satu kelompok, tiap anggota disuruh membuat cerpen. Khusus kelompok saya, membuat cerpen mengenai Ma’ Nene,” jelasnya.
Lebih lanjut, mahasiswa angkatan 2017 ini menerangkan bahwa dari cerpen karyanya yang terpilih itulah Tari Mane’ne tersebut digarap.
“Dari beberapa cerpen, puji Tuhan cerpen saya terpilih untuk digarap menjadi sebuah tarian. Nah kami menamakannya dengan Tari Ma’Nene. Untuk koreografer, kami dilatih oleh kak Wilda,” terangnya.
Alamsyah, salah satu penonton asal Universitas Muslim Indonesia (UMI) mengungkapkan bahwa penampilan tari Ma’nene dapat menyampaikan makna secara jelas.
“Penampilan ini keren karena membawakan hasil karyanya sendiri. Saya paling suka di bagian adat tari, karena makna yang ingin disampaikan dapat saya mengerti dengan jelas,” ungkapnya.
Reporter: Ridha Ilahi & Fernamda Venturini
