Makassar, Estetika – Universitas Negeri Makassar (UNM) menjadi tuan rumah pelaksanaan Forum Rektor Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dan Ramah Tamah Pasca Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) X Tahun 2022, Senin hingga Rabu (22-24/5).
Selain UNM, ada 18 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang juga turut hadir pada forum ini seperti, Universitas Negeri Padang, Universitas Negeri Medan, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Manado, Universitas Hasanudin, Universitas Malikussaleh, Universitas Mulawarman, Universitas Borneo Tarakan, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Haluoleo, dan Universitas Sulawesi Barat.
Kegiatan utama forum ini, yakni pembukaan yang berlangsung di Hotel Claro Makassar, olahraga, city tour, dan kunjungan wisata.
Suasana saat berlangsungnya Forum Rektor LPTK dan Ramah Tamah Pasca Konaspi X Tahun 2022 di Hotel Claro Makassar, Senin (22/5). Foto: Muhammad Abiduddin Muqsith/Estetikapers.
Rektor UNM, Husein Syam, mengatakan bahwa dalam acara ini seluruh peserta menggunakan baju adat Bugis Makassar.
Hal ini terinspirasi dari forum sebelumnya yang juga menggunakan baju adat masing-masing tuan rumah.
“Saya bilang sama teman-teman di UNM untuk menyediakan baju adat Bugis Makassar,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jendral (Dirjen) Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dikti), Nizam, menuturkan bahwa Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah menyiapkan berbagai program bagi mahasiswa untuk belajar dan berdampak di luar kampus.
“Ada banyak program dari Kemendikbudristek yang bisa diikuti mahasiswa guna mendapatkan pengalaman di luar kampus,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sudah ada ribuan mahasiswa yang mengikuti program kampus mengajar.
Para mahasiswa tersebut terbukti telah memberikan dampak yang positif dalam meningkatkan literasi dan numerasi siswa.
“Kampus mengajar mempunyai dampak yang cukup signifikan untuk sekolah-sekolah yang berada di pelosok negeri,” jelasnya.
Reporter: Muhammad Abiduddin Muqsith (Magang)
