Kabar Kampus

TALKSHOW PRODI ADMINISTRASI PENDIDIKAN AJAK MAHASISWA KENALI KOMUNIKASI YANG TEPAT DAN ADAPTIF

Makassar, Estetika – Mahasiswa Program Studi Administrasi Pendidikan (AP) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Talkshow Komunikasi di Convention Hall FIP UNM, Sabtu (15/11).

Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek akhir mata kuliah Komunikasi Organisasi dengan tema “Komunikasi 4G: Gampang, Gesit, Gaul, dan Tidak Ribet”.

Melalui tema tersebut, mahasiswa AP ingin mengajak peserta memahami cara berkomunikasi yang lebih efektif, adaptif, sekaligus relevan dengan kebutuhan generasi saat ini. Talkshow ini menghadirkan Dosen Komunikasi Digital Universitas Hasanuddin Vinanda Cinta Cendikia Putri, dan Content Creator Putri Ramadani, sebagai pembicara.

Suasana saat berlangsungnya Talkshow Komunikasi 4G Mahasiswa AP di Convention Hall FIP UNM. Sabtu (15/11). Foto: Salza Mariska/Estetikapers.

Perwakilan Ketua Jurusan Administrasi Pendidikan, Syamsurijal Basri, menekankan bahwa komunikasi menjadi kunci untuk menghindari kesalahpahaman, sebuah masalah yang sering ditemui dalam berbagai situasi.

Dia juga mengingatkan bahwa isyarat nonverbal seperti ekspresi dan gestur memiliki pengaruh besar dalam menyampaikan pesan.

“Banyak orang mengalami salah paham karena komunikasi yang kurang tepat. Oleh karena itu, penting memahami komunikasi yang benar, baik verbal maupun nonverbal,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, pembicara pertama, Vinanda Cinta Cendekia, memaparkan bahwa komunikasi yang baik lahir dari kombinasi beberapa keterampilan inti, seperti menjadi pendengar aktif, menjaga bahasa tubuh, berbicara dengan jelas, serta memahami perspektif orang lain.

Dia juga memberi sejumlah tips agar proses komunikasi menjadi lebih ringan.

“Pertama, pahami audiens, kemudian kuasai teknik berbicara, dan terakhir gunakan bahasa tubuh yang natural,” katanya.

Sementara itu, pembicara kedua, Putri Ramadani, menyoroti unsur-unsur dasar komunikasi yang perlu dipenuhi agar pesan dapat tersampaikan dengan efektif. Mulai dari komunikator, media penyampaian pesan, komunikan, hingga umpan balik.

Putri juga mengidentifikasi tiga masalah yang kerap muncul dan menghambat proses komunikasi.

“Masalah tersebut meliputi salah komunikasi, hambatan lingkungan, serta kecemasan atau ketakutan berlebihan,” tambahnya.

Pada sesi tanya jawab, salah seorang peserta, Fuad Ramadhan, menanyakan cara mengatur perasaan yang tidak stabil saat harus menyampaikan sesuatu di depan orang lain.

“Bagaimana sih cara mengatasi emosi agar tetap stabil saat menyampaikan sesuatu,” tanyanya.

Menjawab hal tersebut, Putri berbagi kebiasaannya dalam membangun suasana hati yang positif sejak pagi.

“Saya biasanya mulai menciptakan suasana hati yang baik dengan melakukan hal-hal positif sejak pagi, seperti menghibur diri dan menyapa orang,” tuturnya.

Reporter: Salza Mariska

Related posts

USUNG TEMA MENULIS DENGAN HARAPAN, ELTIM ADAKAN KELAS MENULIS ESAI

Editor Estetika
July 13, 2021

HMPS ACCESS BAHAS SEPUTAR UKT DAN BKT DALAM ACCESS COOL

Editor - Annisyaputri Satriadi
January 20, 2023

SABTU INI, HIMPOSEP FE UNM AKAN HELAT WORKSHOP LITERASI

LPM Estetika FBS UNM
November 2, 2017
Exit mobile version