Parangtambung, Estetika – Bengkel Sastra (Bestra) Dewan Mahasiswa (Dema) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) mengadakan TalkShow di Panggung Daeng Pamatte FBS UNM, Parangtambung, Jumat (30/9).
Mengusung tema “Teater Tak Dibutuhkan di Indonesia, Apa Penyebabnya?”, kegiatan ini menghadirkan Fitriansal Sinauleng selaku Dosen Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar serta Muhammad Erwan Saing selaku sutradara pertunjukan “Kulawarga” sebagai pembicara.
Pembicara Pertama, Muhammad Erwan Saing, menjelaskan bahwa salah satu alasan mengapa seni teater di Indonesia tidak sepopuler Rusia karena negara tersebut aktif memberikan fasilitas serta apresiasi bagi penonton produksi teaternya.
“Teater di Rusia itu menyediakan fasilitas dan apresiasi. Bukan hanya apresiasi penonton ke pemain teater itu tapi bagaimana produksi teater juga mengapresiasi penonton,” jelasnya.
Di sisi lain, Pembicara Kedua, Fitriansal Sinaulengi, menjelaskan bahwa redupnya seni teater di Indonesia dapat diatasi dengan konsisten terhadap program yang disediakan pemerintah.
“Sudah banyak program yang dikeluarkan oleh pemerintah dan dilaksanakan oleh penggiat seni. Dari kitanya saja bagaimana konsisten dalam menggiati dan mempertahankan seni teater,” jelasnya.
Selain itu, Moderator sekaligus Pemangku Adat Teater Bestra periode 2018-2019, Rostan Yuniardi, menuturkan bahwa teater merupakan wadah penyampai pesan yang memuat peristiwa sosial, pesan psikologi, sekaligus konflik sosial di dalamnya.
“Teater itu wadah penyampai pesan, ada peristiwa sosial, pesan psikologi, dan konflik sosial yang dibawa di teater,” tuturnya.
Reporter: Dewi Ramadhani dan Yulia Hasan
