Makassar, Estetika – Bengkel Sastra (Bestra) Dewan Mahasiswa (DEMA) Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (JBSI) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar Pentas Perdana Antama Ballak di Sekretariat Dewan Kesenian Sulawesi Selatan (DKSS), Mallengkeri, Minggu (29/6).
Antama Ballak merupakan prosesi masuk rumah sebagai simbol bahwa peserta telah mengikuti rangkaian perekrutan hingga menjadi calon anggota baru setelah melewati ta’aruf alam.
Prosesi Antama Ballak menghadirkan beragam pertunjukan, seperti teater, tari, musik, dan sastra yang dibawakan langsung oleh calon anggota baru.
Kepala Suku (Kepsuk) Bestra, Muh Arfan, dalam sambutannya menjelaskan bahwa setelah prosesi Antama Ballak, calon anggota akan melanjutkan tahap magang dan kemudian dikukuhkan sebagai anggota baru.
“Setelah ini, calon anggota akan mengikuti tahap magang yang berlangsung selama kurang lebih tiga bulan,” jelasnya.
Sementara itu, salah seorang penampil, Liza Fikri, menuturkan bahwa teater yang berjudul “Saksi Mati” menyampaikan kritik sosial terhadap pemerintah dengan menyoroti persoalan pejabat yang lebih mementingkan kepentingan pribadi daripada kesejahteraan rakyat.
Liza juga menyebut bahwa hal itu tercermin dalam dialog “orang-orang cuma mengurus kelamin dan isi perutnya,” yang menggambarkan ketimpangan kemerdekaan di kalangan masyarakat kecil.
“Meski Indonesia merdeka secara politik, masyarakat kecil belum sepenuhnya menikmati kemerdekaan,” sebutnya.
Menyambut pementasan tersebut, salah seorang penonton, Amira Sauzan, menilai bahwa pementasan ini berhasil menghadirkan suasana yang menyenangkan sekaligus menyentuh secara emosional, terutama pada bagian teaternya.
“Bagian teater yang paling seru, menghadirkan emosi yang benar-benar menyentuh,” katanya.
Reporter: Rizqa Febrialbar
