Liputan Kota

Penyair Indonesia, Sapardi Djoko Damono Meninggal Dunia

Tanggerang Selatan, Estetika – Penyair Indonesia, Sapardi Djoko Damono meninggal dunia, Minggu (19/7) di Eka Hospital BSD, Tanggerang Selatan sekitar pukul 9.17 WIB.

Karib sesama sastrawan menyampaikan kabar duka ini melalui laman media sosialnya, Goenawan Mohamad dalam cuitan di Twitternya mengatakan.

“Innalillahi wainnailaihi raijiun. Penyair Sapardi Djoko Damono wafat pagi ini setelah beberapa bulan sakit.”

Sapardi Djoko Damono wafat diusianya yang menginjak 80 tahun. Ia merupakan penyair kawakan Indonesia dengan puluhan buku yang telah terbit dari puisi, cerpen, novel, ataupun nonfiksi lain. Ia sangat dikenal dengan bukunya Hujan Bulan Juni. Banyak pula sajak Sapardi yang ditelah dialihwahanakan menjadi lagu oleh almarhum Ari Malibu dan Reda Gaudiamo.

Sapardi Djoko Damono juga sempat mengajar di Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Budaya) Universitas Indonesia sejak tahun 1974.

Setelah berkali-kali keluar masuk rumah sakit, hari ini Sapardi Djoko Damono pergi untuk selama-lamanya. Di sajak pembuka Yang Fana adalah Waktu ia memang telah menulisnya:

“Yang fana adalah waktu/ kita abadi.”

Reporter: Tim Estetika

Related posts

AKSI ALIANSI MAHASISWA MAKASSAR TOLAK PUTUSAN UU PILKADA 2024

Editor - Nurul Dwi Anugrah
August 23, 2024

DIBUKA HARI INI, SIMAK SYARAT DAN CARA DAFTAR KAMPUS MENGAJAR ANGKATAN IV

Editor Estetika
May 25, 2022

FESTIVAL BUDAYA AKGAUKANG 2026 HADIRKAN WARISAN TRADISI DI TENGAH MODERNISASI

Rizqa Febrialbar
April 13, 2026
Exit mobile version