Makassar, Estetika – Penampilan Lagu dan Puisi oleh Muhammad Sagih Fajrian dari Campus Syndicate 1915 turut meriahkan Panggung Ekspresi “September Hitam” Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) di Depan Gedung DG 106 FBS, Selasa (30/9).
Sebuah penampilan seni memikat penonton lewat tiga karya, yakni lagu Argumentasi Dimensi dari Fourtwnty, Hansina dari Sombanusa, dan puisi tentang perampasan ruang hidup.
Penampil, Muhammad Sagih Fajrian, menjelaskan bahwa pemilihan kedua lagu tersebut bertujuan untuk mengajak penonton peduli terhadap kebebasan berekspresi, perampasan ruang hidup, serta pelanggaran etika yang dilakukan pemerintah dan aparat.
“Saya ingin penonton peduli terhadap kebebasan berekspresi, perampasan ruang hidup, sekaligus menyadari adanya praktik tidak etis yang dilakukan pemerintah maupun aparat negara,” jelasnya.
Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa puisi yang ditampilkan menggambarkan praktik tidak etis yang dilakukan oleh pemerintah seperti perampasan ruang hidup yang terjadi di Bara-Baraya dan Polongbangkeng.
“Pengingat kepada kita semua bahwa peristiwa tersebut telah merenggut korban jiwa dari kalangan masyarakat sipil,” tambahnya.
Sagih juga menyampaikan bahwa panggung ekspresi dimanfaatkannya untuk menyalurkan keresahan, karena keluhan di media sosial kerap terabaikan.
“Saya memanfaatkan ruang seperti ini untuk menyampaikan keresahan, karena di media sosial sering kali terlewati dan kurang berkesan,” tuturnya.
Reporter: Ahmad Arsal Siddiq
