Parangtambung, Estetika – Lembaga Kemahasiswaan (LK) se-Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar aksi Hari Hak Asasi Manusia (HAM) di depan Gerbang Utama UNM Parangtambung, Kamis (10/12).
Aksi yang digelar dalam rangka memperingati hari Hak Asasi Manusia (HAM) ini mengangkat isu “HAM dan Memori” yang berisikan empat tuntutan, yakni: (1) Tuntaskan kekerasan HAM di Papua; (2) Hentikan represifitas aparat; (3) Hentikan kekerasan terhadap pers; (4) Dan usut tuntas kasus pelanggaran HAM yang hilang. Adapun varian aksi terdiri atas orasi, musiklalisasi puisi, pembagian selebaran, dan hening cipta.
Baca juga: WD III FBS UNM RESMI BUKA LATIHAN KEPEMIMPINAN II
Koordinator Lapangan (Korlap), Ahmad Faizal, mengungkapkan bahwa aksi ini untuk menindaklanjuti pelanggaran-pelanggaran HAM yang terjadi.
“Aksi ini merupakan untuk menindaklanjuti HAM yang tidak dilayani baik oleh pemerintah. Berbagai pelanggaran-pelanggaran yang ada seharusnya negara harus tanggung jawab dan diadili seadil-adilnya. Tapi nyatanya pemerintah hanya menginginkan rakyat jika ada kompetisi-kompetisi politik, dan jika ada masalah, pemerintah seakan-akan tutup telingan terhadap tuntutan rakyat,” ungkap Mahasiswa angkatan 2017 tersebut.
Sementara itu, salah seorang peserta aksi, Adrian Hidayat, mengungkap bahwa payung hitam dalam aksi ini sebagai ungkapan berkabung.
“Tema dari payung hitam ini sendiri yaitu untuk penyampaian rasa sebagai kesedihan, kekecewaan dan rasa mengabarkan bahwa inilah salah satu bentuk perlawanan kita.
dan payung hitam ini sebagai pertanda berkabung dari ketidak adilnya HAM di negeri ini,” tegasnya.
Reporter: Nurun Anissa KH & Abdul Garif
